Kamis, 29 Desember 2011, 11:24 WIB

Tunjangan Non Sertifikasi Guru di Tangsel tak Juga Cair

Rep: Lingga Permesti/ Red: Chairul Akhmad
izaskia.wordpress.com
Pencairan tunjangan dana sertifikasi guru (ilustrasi)
Pencairan tunjangan dana sertifikasi guru (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, PAMULANG – Tunjangan non sertifikasi guru di Tangerang Selatan (Tangsel) belum juga dicairkan sejak bulan Januari hingga Desember 2011. Padahal, dana tersebut seharusnya sudah dibayarkan setiap bulan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangsel, Mathoda, menampik bahwa pihaknya menunda-nunda pembayaran. “Tunjangan sertifikasi merupakan anggaran Kementerian Pendidikan, saya tidak tahu menahu mengapa tunjangan tersebut bisa molor hingga satu tahun,” katanya pada wartawan, Rabu (28/12).

Menurutnya, Dindik Tangsel hanya menunggu kebijakan dari pusat dan tidak berwenang untuk mencairkan dana tersebut. Namun begitu, Mathoda memastikan tunjangan non sertifikasi akan segera cair dalam waktu dekat ini. “Sekarang kemungkinan masih dalam proses, tunggu saja kalau tidak hari ini, ya besok,” ujarnya.

Pencairan dana non sertifikasi, kata dia, akan dibayarkan secara penuh dan tidak hanya enam bulan seperti isu yang menyebar di antara para guru. “Akan kita berikan penuh. Tunggu saja!” tegasnya.

Di lain pihak, Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Tangsel, Uus Kusnadi, mengatakan pencairan tunjangan non sertifikasi saat ini sudah siap dicairkan. Jumlahnya mencapai Rp 18,9 miliar rupiah untuk seluruh guru di Tangsel. Uus meminta para guru bersabar atas belum cairnya dana non sertifikasi tersebut.

Sebelumnya, para guru di Tangerang Selatan (Tangsel) mengeluhkan belum turunnya tunjangan non sertifikasi guru sejak Januari. Salah seorang guru PNS di salah satu SMP Negeri di kawasan Pondok Aren, Agus, mengeluhkan molornya tunjangan non sertifikasi yang dijanjikan pemerintah ini. “Seharusnya, setiap bulan dibayarkan sebesar Rp 250 ribu untuk setiap orang guru,” ujarnya.

Pria yang mengaku telah 20 tahun menjadi PNS ini mengaku hanya mendapatkan janji-janji semata. Termasuk adanya kabar yang menyebutkan dalam bulan ini rencana pencairan tunjangan sertifikasi akan dilakukan Pemkot setempat. “Katanya dalam bulan ini akan dibayarkan. Tapi dana yang keluar hanya enam bulan saja, bukan satu tahun,” kata Agus.