Pelabelan Akreditasi Sekolah Dinilai tak Sesuai Standar Nasional

Senin, 24 Oktober 2011, 16:56 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, PALANGKA RAYA - Pihak Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Kalimantan Tengah (Kalteng), menilai pemberian akredetasi sekolah jika berdasarkan evaluasi diri sekolah (EDS), belum sesuai delapan standar nasional pendidikan.

"Saya berani ngomong begitu karena akredetasi yang diberikan belum menggambarkan keadaaan yang sebenarnya," kata Kepala LPMP Kalteng, Krisnayadi Toendan di Palangka Raya, Senin (24/10).

Menurut dia, jika benar-benar mengacu pada ketentuan delapan standar pendidikan, yakni isi, proses, penilaian, kelulusan, pengelolaan, pendidik dan tenaga kependidikan, pembiayaan dan sarana prasarana, hanya sedikit sekolah yang sesuai kriteria.

Untuk tahun ini, pihaknya akan melakukan EDS yang merupakan program andalan dari LPMP, akan menjadi bahan kajian bagi pemerintah kota dan kabupaten terutama dinas pendidikan guna mengatasi permasalahan yang dihadapi sekolah.

Dengan EDS, ucap Krisnayadi maka akan terungkap semua persoalan yang selama ini tidak diketahui oleh pimpinan daerah, karena sekolah memberikan data kepada LPMP sesuai kenyataan di lapangan.

"Banyak sekolah yang tidak mau terbuka jika ada permasalahan di sekolah dan dilaporkan ke masyarakat terutama kepada pimpinan hanya yang bagus saja," ujarnya.

Sebelum EDS didirikan pada November mendatang, pihaknya sudah terlebih dulu mengadakan seminar di kabupaten/kota agar semua kepala daerah dan dinas terkait mengetahuinya.

Ia mengingatkan dengan adanya EDS ini, bukan untuk menjadi bahan perdebatan saling menyalahkan tapi untuk perbaikan delapan standar pendidikan di sekolah.

Instrumen EDS ini khusus dirancang untuk melakukan penilaian kinerja sekolah terhadap delapan standar nasional pendidikan, yang hasilnya menjadi masukan dan dasar penyusunan Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) dalam upaya peningkatan kinerja sekolah.


Redaktur: Djibril Muhammad
Sumber: Antara
Aku pernah memberi minyak wangi ke tubuh Rasulullah saw. saat beliau hendak berihram dan juga ketika hendak bertahallul sebelum beliau tawaf di Baitullah. (HR Muslim)
ps, Senin, 24 Oktober 2011, 23:49

sepertinya masyarakat belum begitu teliti terhadap kualitas akreditasi sekolah bagi anak-anaknya. sehingga ada anekdot dari sekolah2 yang tidak mau repot denga eds: yang penting siswanya banyak.

Balas
Syamsurizal Hasan, Senin, 24 Oktober 2011, 18:57

Banyak sekolah yang sudah mencapai standar nasional hasil akreditasi sekolah, tapi belum tapi termasuk ke dalam daftar Sekolah Standar Nasional (SSN), malah sekolah2 yang belum mencapai standar nasional hasil akreditasi malah sudah masuk ke dalam daftar SSN... Bagaimana ini Pak Menteri DIKNAS...?

Balas
Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, TEGAL - Di Tegal terdapat ketupat dengan kuah santan yang kental dan terasa pedas di lidah, yang...