Sabtu, 4 Zulqaidah 1435 / 30 Agustus 2014
find us on : 
  Login |  Register

Penghargaan Pendidikan Inklusif 2011 untuk Gubernur Jabar

Minggu, 11 September 2011, 14:00 WIB
Komentar : 0
Republika/Edwin Dwi Putranto
Ahmad Heryawan
Ahmad Heryawan

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG – Satu lagi penghargaan dari pemerintah diterima Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan. Kali ini, anugerah itu datang dari Kementerian Pendidikan Nasional berupa penghargaan Pendidikan Inklusif  tahun 2011.

Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Menteri Pendidikan Nasional, Mohammad Nuh, di Gedung Pertemuan Hotel Novotel Manado Sulawesi Utara, Senin (12/9) pagi.

Menurut Tim Penilai Nasional, Heryawan merupakan salah satu dari dua kepala daerah di Indonesia yang dinilai peduli dan berhasil dalam membina sekaligus mendorong perkembangan pendidikan inklusif di Jawa Barat. Penghargaan diserahkan bersamaan dengan acara Pembukaan Olimpiade Sains Nasional. Diharapkan penghargaan ini menjadi pendorong pembangunan bidang pendidikan di Jawa Barat lebih baik lagi.

Mendapat anugerah itu, Ahmad Heryawan mengaku bersyukur Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Pendidikan Nasional memberikan apresiasi terkait pembangunan dunia pendidikan di Jawa Barat. Baginya, penghargaan tersebut merupakan wujud pengakuan akan hasil kerja keras seluruh pemangku kepentingan pendidikan di Jawa Barat.

"Sudah tentu prestasi ini akan terus dilanjutkan dengan mencetak prestasi di bidang lainnya," kata Heryawan dalam siaran persnya sesaat sebelum bertolak ke Manado, Ahad (11/9) sore, di Bandara Soekarno Hatta.

Selain Heryawan, Jawa Barat  juga mendapat Penghargaan Pendidikan Inklusif untuk Kategori Individu yang diterima Prof DR HM Iim Wasliman yang merupakan mantan Kadisdik Provinsi Jawa Barat.

Pendidikan Inklusif adalah pendidikan yang dilaksanakan di sekolah/kelas reguler dengan melibatkan seluruh peserta didik tanpa kecuali, meliputi anak yang memiliki perbedaan bahasa, beresiko putus sekolah karena sakit, kekurangan gizi, tidak berprestasi, anak yang berbeda agama, penyandang HIV/AIDS, dan sebagainya.

Mereka dididik dan diberikan layanan pendidikan yang sesuai dengan cara yang ramah dan penuh kasih sayang tanpa diskriminasi. Terkait dengan hal itu, maka Kementerian Pendidikan Nasional mendorong agar setiap individu, lembaga dan pemerintah daerah untuk mendorong perkembangan pendidikan inklusif di Tanah Air.



Reporter : Maman Sudiaman
Redaktur : cr01
Jauhkanlah diri kamu daripada sangka (jahat) karena sangka (jahat) itu sedusta-dusta omongan, (hati)(HR Muttafaq Alaih )
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar