Sunday, 29 Safar 1436 / 21 December 2014
find us on : 
  Login |  Register

Soal Tunjangan Kemaslahatan, Guru Swasta Diminta Bersabar

Wednesday, 20 July 2011, 08:56 WIB
Komentar : 2
Guru, ilustrasi
Guru, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA - Anggota DPR Komisi X, Hetifah Sjaifudian, meminta guru-guru swasta agar bersabar terkait belum terpenuhinya tunjangan kemaslahatan oleh pemerintah. Dalam Undang Undang (UU) nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen disebutkan tunjangan kemaslahatan pemerintah baru disediakan untuk guru-guru PNS.

"Tentu jika kemampuan APBN lebih besar dan terdapat efisiensi anggaran, bukan tidak mungkin dukungan kepada sekolah-sekolah swasta serta para guru-guru swasta terus ditingkatkan," ujar Hetifah kepada Republika, Rabu (20/7).

Sejauh ini, bantuan pemerintah untuk sekolah-sekolah swasta di antaranya adalah Ruang Kelas Baru (RKB), rehabilitasi sekolah, penyedian buku-buku serta berbagai macam peralatan sekolah. Sedangkan, bantuan pemerintah untuk guru-guru swasta di antaranya adalah tunjangan profesi, tunjangan fungsional, penyediaan beasiswa, serta pelatihan guru. Hetifah mengakui bahwa tanggung jawab guru-guru swasta tersebut diembankan kepada yayasan-yayasan swasta yang bersangkutan.

Sebelumnya, dewan pembina Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI), Suparman, menuntut pemerintah memberikan tunjangan kemaslahatan yang berupa asuransi kesehatan dan jaminan hari tua kepada guru-guru swasta. Para guru swasta, kata Suparman, seharusnya menjadi tanggung jawab negara karena para guru tersebut menjalankan fungsi negara, yakni menyelenggarakan pendidikan nasional.

Sejauh ini, tuntutan tersebut belum mendapatkan respons dari Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas). Sedangkan, permintaan untuk melakukan audiensi dengan Komisi X DPR juga belum mendapatkan respons.

PGSI juga mendesak pemerintah meningkatkan tunjangan fungsional guru-guru swasta. Suparman mengatakan, selama ini para guru swasta tersebut memiliki tunjangan fungsional. Namun, jumlahnya hanya Rp 250 ribu dan tidak selalu cair setiap bulan.
 
Saat ini jumlah guru swasta di seluruh Indonesia berjumlah sekitar 700 ribu. Jumlahnya meningkat dari tahun lalu yang berjumlah 600 ribu. Mayoritas guru swasta memperoleh gaji di bawah Upah Minimum Provinsi (UMP).

Reporter : Fernan Rahadi
Redaktur : Didi Purwadi
Dan jagalah dirimu dari (azab) hari (kiamat, yang pada hari itu) seseorang tidak dapat membela orang lain, walau sedikitpun; dan (begitu pula) tidak diterima syafaat dan tebusan daripadanya, dan tidaklah mereka akan ditolong. (QS.Al-Baqarah [2]:48)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Upaya Pembunuhan Kim Jong Un, Film Ini Batal Putar
WASHINGTON DC -- Sony Pictures diperkirakan rugi sekitar 100 juta dolar karena batalnya pemutaran film "The Interview" akibat ancaman serangan ke bioskop-bioskop yang...