Senin, 6 Zulqaidah 1435 / 01 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

60 Kepala Sekolah di Sleman Turun Pangkat Jadi Guru Biasa

Kamis, 07 Juli 2011, 18:54 WIB
Komentar : 1

REPUBLIKA.CO.ID,SLEMAN--Sedikitnya 60 kepala sekolah di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terpaksa diturunkan jabatannya menjadi guru biasa karena memiliki nilai rendah dalam evaluasi.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah raga (Disdikpora) Kabupaten Sleman Suyamsih, Kamis, mengatakan setelah dilakukan evaluasi terhadap seluruh kepala sekolah negeri terdapat sekitar 60 kepala sekolah SD, SMP dan SMA serta SMK yang tidak sesuai kriteria dan memiliki nilai rendah.

"Kepala sekolah yang tidak sesuai kriteria tersebut akan dikembalikan sebagai guru biasa. Saat ini baru Kabupaten Sleman yang berani melakukan evaluasi kinerja kepala sekolah secara menyeluruh," katanya.

Menurut dia, sesuai Peraturan Bupati (Perbup) No.86/2009 tentang masa jabatan guru yang mendapat jabatan sebagai kepala sekolah diterangkan mengenai evaluasi jabatan kepala sekolah.

"Selain itu, peraturan menteri nomor 28/2010 juga dijelaskan mengenai evaluasi tersebut. Padahal ini berlaku di seluruh Indonesia. Kebijakan ini untuk kemajuan pendidikan juga. Kepala sekolah sebenarnya juga seorang guru, hanya mendapat tambahan jabatan saja," katanya.

Ia mengatakan, jabatan kepala sekolah maksimal hanya dua periode dalam satu satuan pendidikan, dimana satu periode jabatan selama empat tahun.

"Yang nilainya kurang, langsung kami mutasi atau diturunkan jadi guru biasa. Sedang yang nilainya baik atau diatas baik, kami usulkan tetap jadi kepala sekolah namun di sekolah yang berbeda," katanya.

Suyamsih mengatakan, kriteria penilaian kepada kepala sekolah meliputi delapan kompetensi, diantaranya mengenai standar isi serta standar proses.

"Standar isi menyakut kurikulum, kalau kepala sekolah tidak menguasai kurikulum ya jelek nilainya. Begitu juga untuk standar proses, dimana seorang kepala sekolah harus melakukan supervisi secara berkala," katanya.

Ia mengatakan, untuk kepala sekolah pengganti, pihaknya sudah menyiapkan guru lain yang berkompeten dengan kriteria sudah mengajar lima tahun, minimal golongan III C serta telah bersertifikasi.

"Jabatan kepala sekolah ini sebenarnya hanya prestise saja. Intensifnya juga tidak banyak hanya Rp 300 ribu," katanya

Redaktur : taufik rachman
Sumber : antara
Tahukah engkau apa yang menghancurkan Islam?” Ia (Ziyad) berkata, aku menjawab, “Tidak tahu.” Umar bin Khattab RA berkata, “Yang menghancurkan Islam adalah penyimpangan orang berilmu, bantahan orang munafik terhadap Alquran, dan hukum (keputusan) para pemimpin yang menyesatkan.”(Riwayat Ad-Darimi, dan berkata Syaikh Husain Asad: isnadnya shahih))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Inter Milan Gasak Stjarnan
MILAN -- Inter Milan tumbangkan Stjarnan dengan skor teak 6-0 dalam play-off second leg Liga Eropa di Stadion San Siro,  Jumat (29/8). Inter yang...