
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Setiap tahunnya, nilai rata-rata UN minimal yang harus dicapai pelajar sekolah dasar dan menengah selalu naik. Menurut Kemendiknas peningkatan standar nilai rata-rata UN merupakan bentuk ukuran keberhasilan pendidikan nasional.
Apa saja pertimbangan kenaikkan standar nilai rata-rata setiap tahun? Menurut Anggota Badan Standar Nasional Pendidikan, Prof. Dr. Mungin Eddy Wibowo, saat konferensi pers yang berlangsung di Gerai Informasi dan Media (GIM) Gedung C, Kemendiknas, Jakarta, Rabu (12/4). Alasan pertama yakni menilai kemajuan pendidikan atau program di tanah air.
Kedua, untuk menjadi landasan pertimbangan pemberian pembinaan kepada sekolah dengan nilai yang kurang baik. Dengan begitu, ujarnya, pemerintah pusat, pemerintah daerah dan satuan pendidikan akan dengan maksimal menganalisis apa yang sebenarnya terjadi.
Ketiga, sebagai bahan pertimbangn untuk masuk ke jenjang yang lebih tinggi. Sehingga yang pelajar bersangkutan tidak perlu mengikuti ujian yang sama melainkan cukup diberikan ujian dengan material berbeda seperti tes minat dan bakat atau jenis tes lain.
Keempat, merupakan salah satu penentu instrumen kelulusan. Kelima, nilai UN bisa menjadi bahan pertimbangan pihak Universitas yang hendak memberikan beasiswa kepada murid berprestasi
anggap saja bsnp lembaga yang berhasil meningkatkan pendidikan di indonesia dengan diadakan un, walaupun di daerah2 nilai un sebanding dengan kualitas kebohongan stekhoder pendidikan.
Balaskalo semua mau jujur, lihatlah kebawah semua penuh kebohongan,baik dinas maupun sekolah apalagi guru hanya bisa mengeluh,tidak bisa berbuah banyak, yang penting anak lulus
Balaspelaksanaan UN nya harus dipantau bos,..nilai bagus kebanyakan kunci jawaban dikasi tau oleh pengawasnya sendiri,.
Balas