Selasa, 7 Rabiul Akhir 1436 / 27 Januari 2015
find us on : 
  Login |  Register

Beasiswa PT Antam untuk Mahasiswa Untad

Kamis, 16 Juli 2009, 05:10 WIB
Komentar : 0
PALU -- PT Aneka Tambang (PT Antam Tbk) memberikan bantuan beasiswa S-1 kepada 20 mahasiswa Universitas Tadulako (Untad) Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) sebagai bentuk dukungan dalam dunia pendidikan. Keduapuluh mahasiwa berprestasi tersebut akan menerima beasiswa hingga lima tahun ke depan. Setiap bulan masing-masing mahasiswa akan menerima bantuan sebesar Rp 500 ribu. "Itu akan dibayarkan penuh dalam setiap semester," kata Direktur Umum PT Antam Tbk, Denny Maulasa, di Palu, Rabu (15/7).

Penyerahan beasiswa ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara pihak PT Antam Tbk dan Untad. PT Antam Tbk diwakili Direktur Umum PT Antam Tbk, Denny Maulasa, Untad Palu diwakili Pembantu Rektor Bidang Kerjasama, Tommy Tilaar. Dalam nota kesepahaman itu disebutkan, 20 mahasiswa tersebut akan menerima beasiswa selama lima tahun dengan catatan harus mampu mempertahankan prestasi akademiknya. MoU tersebut juga bisa diperpanjang dengan kesepakatan keduabelah pihak. Kata Denny, "Kami juga akan terus meningkatkan jumlah penerima beasiswa setiap tahunnya untuk membantu mahasiswa berprestasi supaya lebih berprestasi."ant/bur
Wahai orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil (tidak benar), kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka di antara kamu((QS. An Nisa 4 : 29).)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
100 Hari Memimpin, Nurul: Jokowi Belum Menjadi Panglima Pemerintahan
JAKARTA -- Mewakili koalisi merah putih (KMP), Nurul Arifin menilai kinerja presiden Joko Widodo di 100 hari pertamanya masih banyak yang belum terintegrasi....