Tahajud dan Dhuha Iringi Doa Ibu untuk Jokowi
Jumat , 14 Maret 2014, 18:45 WIB
Republika/Prayogi
Jokowi

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- PDI Perjuangan resmi mengajukan Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon presiden (capres). Hajah (Hj) Soejiatmi Notomihardjo, ibu Jokowi mengaku senang mendengar anaknya diusung, meski baru sebatas calon.

"Kan baru calon to, mas," kata Bu Noto, begitu dia akrab dipanggil, saat menemui /Republika/ di rumahnya Jl Pleret Raya No 9 A, Sumber, Banjarsari, Solo, Jumat (124/3).  

Meskipun baru tahap pencalonan, Bu Noto tak henti-hentinya selalu mendoakan yang terbaik buat Jokowi. Shalat trahajud, Shalat Dhuha, puasa Senin-Kamis tidak pernah bolong. Semua ini dijalani sejak dulu.

Kabar pencapresan Jokowi diperoleh dari adiknya, Setiawan, tinggal di Yogyakarta. "Mbakyu, Jokowi dicalonkan jadi Capres," begitu kabar yang diterima lewat telepon. Informasi itupun hanya dijawab datar. "Ya, syukurlah."

Sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mendeklarasikan diri pencapresnnya di rumah Pitung. Dengan suara bergetar, mantan wali kota Solo tersebut akhirnya menyatakan kesiapannya menjadi calon presiden.

"Saya telah mendapat mandat dari Ketua Umum PDI Perjuangan Bu Megawati Soekarno Putri untuk jadi calon presiden. Dan dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim saya siap laksanakan," kata dia yang mengenakan baju sadariah khas Betawi, Jumat (14/3).

Seusai mendeklarasikan diri, Jokowi kemudian mencium bendera merah putih yang ada di dekatnya.

Sebelum melakukan deklarasi, Jokowi sempat berkeliling di objek wisata rumah Si Pitung. Dia kemudian memasuki salah satu ruangan di rumah pahlawan asal Betawi tersebut selama 30 menit tanpa diikuti wartawan. Keluar dari rumah Si Pitung, dia langsung mendeklarasikan diri.

Redaktur : Djibril Muhammad
Reporter : Edy Setiyoko
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar