Mahfud MD Bantah Akui Kemenangan Jokowi-JK di Metro TV
Ahad , 20 July 2014, 19:33 WIB
Republika
Mahfud MD

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Tim Sukses Pemenangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Mahfud MD membantah dirinya telah mengakui kemenangan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) di pemilu presiden (Pilpres) 2014 sebagaimana dalam siara Metro TV. Mahfud merasa pernyataannya telah dimanipulasi oleh Metro TV.

"Yang benar itu kalau Jokowi-JK menang saya ucapkan selamat. Tapi, kalau Prabowo-Hatta menang saya akan sujud sukur," kata Mahfud saat dikonfirmasi Republika Online, Ahad (20/7).

Mahfud mengaku tidak heran dengan pemberitaan Metro TV yang tidak utuh. Sebab menurutnya bukan sekali dua kali dia mengalami hal tersebut. "Kalau di Metro pasti memotong-motong. Pernyataan saya dimutilasi," ujarnya.

Kendati merasa didiskreditkan, Mahfud enggan melaporkan Metro TV ke Bareskrim Mabes Polri. Dia beralasan tugasnya sebagai ketua tim sukses akan segera selesai pada 22 Juli. "Kalau saya lapor ke polri baru ditindaklanjuti setelah tanggal 22. Padahal tugas saya selesai tanggal 22," kata Mahfud.

Sampai saat ini Mahfud masih optimistis pasangan Prabowo-Hatta menang dalam Pilpres 2014. Hal itu didasarkan data-data hitung manual yang dilakukan tim Prabowo-Hatta. "Saya masih yakin Prabowo-hatta menang karena kami punya bukti-buktinya," ujarnya. 

Sebelumnya dalam salah satu pemberitaan di Metro TV Mahfud mengeluarkan pernyataan yang seolah-olah telah mengakui kemenangan Jokowi-JK. "Sehingga saya katakan, saya sebagai Ketua Timkamnas, ya sudah Pemilu sudah selesai. Saya kembalikan mandat. Saya tidak berhasil memenangkan Prabowo-Hatta," kata Mahfud. 

Redaktur : Citra Listya Rini
Reporter : Muhammad Akbar Wijaya
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar