PKS Tambah Kursi di Bali
Tuesday, 15 April 2014, 17:43 WIB
,
PKS

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Perolehan kursi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Bali dalam Pemilu Legislatif 2014 meningkat tajam. Jika pada 2009 PKS hanya menempatkan wakil-wakilnya dua orang di DPRD Kota Denpasar dan masing-masing seorang di Jembrana dan Karangasem, kini di Denpasar menjadi tiga orang dan dua orang di Jembrana.

"Peningkatan ini sangat signifikan dan pemilih kami memang meningkat," kata Ketua DPD PKS Kota Denpasar, Hilmun Nabi'.

Kepada Republika di Denpasar, Selasa (15/4), Hilmun mengatakan, tiga kursi yang diperoleh di Denpasar berasal dari tiga daerah pemilihan, yakni Denpasar Selatan, Utara dan Barat. Seluruh kursi diperoleh dari suara sisa. Sementara di Jembrana diperoleh dari Dapil Negara dan Pekutatan-Mendoyo, sedangkan Karangasem dari Dapil Bebandem.

Menurut Hilmun, kursi dari sisa suara yang diperoleh PKS di Denpasar, selisih suaranya sangat tipis dari partai lain. Di Denpasar Barat sebutnya, selisihnya hanya 22 suara dari caleg Partai Demokrat. "Tapi karena kami memegang form C1 lengkap dengan tanda tangan saksi, maka sudah pastikan kursi itu milik PKS," kata Hilmun.

Mengenai adanya wacana pencoblosan ulang di Denpasar Utara, Hilmun mengatakan apa dasar usulan itu. Semua hasil pencoblosan sudah dilakukan penghitungan manual dan dan seluruh form C1 ditandatangani saksi-saksi. Kalau memang ada yang salah, semestinya protes atau keberatan disampaikan saat di TPS.

"Mengapa baru protes, setelah ketahuan kalah dan mau pencoblosan ulang. Dasarnya apa. Nanti semua partai atau calegnya nggak lolos, minta hal yang sama, pemilu jadi nggak selesai-selesai," kata Hilmun.

Meningkatnya perolehan kursi PKS di DPRD kabupaten/kota, tidak diikuti dengan perolehan suara PKS di DPRD Bali. Hingga saat ini, bahkan partai Islam hingga kini belum ada yang berhasil menempatkan wakilnya di DPRD Bali.

Redaktur : Julkifli Marbun
Reporter : Ahmad Baraas
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar