Senin, 24 September 2012, 19:45 WIB

Tata dan Nissan Kepincut Program Mobil Murah

Red: Yudha Manggala P Putra
Tata Nano
Tata Nano

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Tata Motors berminat dalam program mobil murah dan ramah lingkungan (Low Cost and Green Car) yang dicanangkan pemerintah, namun masih menunggu peraturan presiden terkait persyaratan untuk produk tersebut.

"Pada dasarnya, kami sangat meminati progam LCGC yang ditawarkan pemerintah. Namun, prinsipal di India menunggu kepastian keluarnya peraturan presiden mengenai produk LCGC," kata Manager Public Relations PT Tata Motors Indonesia, Fajar Harianto, di sela Indonesia International Motor Show 2012 di Jakarta, Senin (24/9).

Produk LCGC, menurut Fajar, harus diproduksi secara massal dan dijual dengan harga yang terjangkau. Menurut dia, solusi dari pemerintah hanyalah insentif untuk membuat mobil yang berkualitas dan terjangkau sehingga produsen mau mendukung program LCGC karena menyerap tenaga kerja serta pengurangan gas emisi.

"Mobil dengan harga Rp 100 juta ke bawah harus dibuat dalam jumlah yang banyak," katanya.

Sedangkan PT Nissan Motor Indonesia (NMI) mengharapkan insentif LCGC dari pemerintah segera keluar untuk menciptakan produk ramah lingkungan.

"Produsen akan mengikuti kebijakan pemerintah untuk membuat mobil LCGC. Pada dasarnya, Nissan siap memproduksi kendaraan yang diinginkan pemerintah," kata Wakil Direktur Utama NMI Teddy Irawan.

Teddy menambahkan, salah satu insentif yang bisa diberikan pemerintah kepada industri kendaraan dalam mendukung LCGC antara lain pengurangan pajak barang mewah.

"Kami berharap dalam memproduksi mobil LCGC, Nissan dapat memberikan harga murah melalui berbagai aspek seperti lokalisasi konten kendaraan dan produksi kendaraan di dalam negeri," katanya.

Sumber : Antara