Saturday, 8 Rajab 1434 / 18 May 2013
find us on : 
  Login |  Register

Ford Tutup Pabrik Perakitan di Fillipina

Wednesday, 27 June 2012, 16:25 WIB
Komentar : 0
Logo Ford Motor
Logo Ford Motor

REPUBLIKA.CO.ID, MANILA - Raksasa otomotif AS, Ford, Rabu mengatakan, pihaknya akan menutup pabrik perakitan kendaraannya di Filipina pada akhir tahun. Langkah yang akan mengorbankan 360 pekerja ini disebut sebut menjadi bagian dari restrukturisasi yang sedang berlangsung di seluruh Asia.

Keputusan itu akan menyebabkan negara tersebut tanpa ekspor kendaraan bermotor, presiden Ford Group Filipina Randy Krieger mengatakan dalam sebuah pernyataan.

"Ini adalah keputusan yang sangat sulit. Perusahaan ini mempelajari setiap kemungkinan skenario dan peluang, tetapi kami tidak bisa membuat bisnis yang cukup kuat untuk manufaktur masa depan," tambahnya.

Perusahaan mengatakan telah mengekspor lebih dari 80.000 kendaraan bernilai satu miliar dolar AS ke Thailand, Malaysia dan Indonesia sejak 2002.

Redaktur : Yudha Manggala P Putra
Sumber : Antara
1.307 reads
Sesungguhnya seorang pemimpin itu merupakan perisai, rakyat akan berperang di belakang serta berlindung dengannya. Bila ia memerintah untuk takwa kepada Allah azza wa jalla serta bertindak adil, maka ia akan memperoleh pahala. Namun bila ia memerintah dengan selainnya, maka ia akan mendapatkan akibatnya.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Alhamdulillah, Muslim Samba Terus Bertambah
RIO DE JENEIRO—Apakah ada komunitas Muslim di Brasil. Pertanyaan itu wajar terucap. Ini karena, negeri itu berpenduduk mayoritas Katolik. Tapi jangan salah, di negeri...