Selasa, 29 Mei 2012, 21:38 WIB

Presiden: Penggunaan Kendaraan 'Hybrid' Perlu Ditingkatkan

Red: Yudha Manggala P Putra
AP/Shizuo Kambayashi
Toyota workers assemble parts on new Prius hybrid vehicles at Toyota Tsutsumi Plant in Toyota, central Japan. (photo file)
Toyota workers assemble parts on new Prius hybrid vehicles at Toyota Tsutsumi Plant in Toyota, central Japan. (photo file)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Penggunaan kendaraan yang dapat digerakkan, baik menggunakan BBM maupun tenaga listrik (hybrid) perlu ditingkatkan. Hal ini diungkapkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat menyampaikan pidato tentang kebijakan penghematan di Istana Negara, Jakarta, Selasa (29/5) malam.

"Untuk jangka pendek, kita mendorong penggunaan kendaraan hybrid, yaitu kendaraan yang dapat digerakkan menggunakan BBM maupun tenaga listrik. Jenis kendaraan ini mulai dipasarkan di Indonesia," kata Presiden. Presiden menjelaskan, kendaraan jenis ini sangat menghemat penggunaan BBM.

Untuk jangka menengah dan jangka panjang, Presiden telah menginstruksikan kepada kementerian terkait, terutama Kemendikbud dan kalangan perguruan tinggi, bersama-sama Kementerian Ristek dan Kementerian BUMN, untuk mulai mengembangkan kendaraan listrik buatan dalam negeri.

Sementara itu, untuk mendorong percepatan investasi bagi terwujudnya kendaraan hybrid dan kendaraan listrik, pemerintah akan menerapkan kebijakan yang tepat, seperti pemberian kemudahan dan juga insentif fiskal.

Kebijakan ini diharapkan membuat harga kendaraan hemat bahan bakar dapat dijangkau oleh masyarakat, dan dapat bersaing dengan harga kendaraan yang hanya menggunakan BBM.

Sumber : Antara