Ahad , 29 October 2017, 17:19 WIB

Ali Adrian Mengukir Prestasi di Lintasan Eropa

Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Pembalap Pertamina Almeria Racing Team, Ali Adriansyah Rusmiputro alias Ali Adrian di Sirkuti Jerez, Spanyol, Ahad (22/10).
Pembalap Pertamina Almeria Racing Team, Ali Adriansyah Rusmiputro alias Ali Adrian di Sirkuti Jerez, Spanyol, Ahad (22/10).

REPUBLIKA.CO.ID, 

Oleh Erik Purnama Putra/Wartawan Republika

Pembalap Ali Adriansyah Rusmiputro (24 tahun) atau Ali Adrian menutup musim balap 2017 dalam gelaran World Super Sport 300 (WSSP 300) di Sirkuit Jerez, Spanyol, Ahad (22/10), dengan tambahan poin. Dia berhasil finis di posisi 11 atau mendapatkan lima poin.

Penampilan Adrian sebenarnya sudah terlihat apik sejak sesi latihan bebas 1. Dia sanggup bertengger di posisi empat dengan catatan waktu 1 menit 56,687 detik. Torehan itu pula yang membuatnya mampu menembus Superpole 2, setelah masuk top 10 pembalap yang berhak melaju ke babak kualifikasi terakhir tersebut. Dengan catatan 1:56,940 di Superpole 2, akhirnya Adrian memulai balapan dari urutan sembilan.

Race kali ini saya mengalami banyak contact ditambah posisi saya yang berada di luar line membuat saya harus keluar lintasan beberapa kali. Dalam dua lap saya kehilangan enam detik,” ucap pembalap Pertamina Almeria Racing Team pekan kemarin.

Sirkuit Jerez memiliki panjang 4,423 kilometer, dengan total 13 tikungan, delapan ke kanan dan lima ke kiri. Sirkuit ini termasuk yang memiliki tantangan lengkap. Kontur naik turun berpadu dengan berbagai jenis tikungan, mulai yang slow corner, medium corner, hingga fast corner. Tidak heran jika Jerez menjadi langganan sebagai sirkuit uji coba untuk berbagai ajang balap, baik itu MotoGP maupun Formula 1.

Dalam seri pamungkas tersebut, Adrian bersaing lebih ketat dengan pembalap lain. Dia bahkan beberapa kali bersenggolan dengan pembalap lain hingga sempat dua kali keluar lintasan. Kehilangan banyak waktu sempat membuat posisinya melorot di urutan ke-20. 

Adrian sempat mengejar merebut posisi, namun lagi-lagi harus kehilangan waktu akibat senggolan dengan pembalap lain. Kendati demikian, usaha Adrian untuk memaksimalkan balapan terakhir ditunjukkan dengan penampilan habis-habisan dan pantang menyerah. 

Terbukti, ia perlahan merangsek ke depan hingga mencapai garis finis nomor 11. Dengan tambahan lima poin yang didapat, Adrian secara total koleksi 21 poin. Dia pun menduduki peringkat 18 di klasemen akhir WSSP 300 2017. “Saya sudah melakukan yang maksimal,” ujar Adrian yang sudah mengikuti kejuaraan balapan tingkat nasional sejak usia 15 tahun.

Adrian mengakui, pencapaian yang diraihnya di sirkuit yang terletak di bagian selatan Andalusia itu tak lepas dari pengalamannya dan didukung performa tunggangannya, Yamaha YZF-R3. Selain itu, ia juga pernah menjalani uji coba di Jerez, saat berkompetisi di ajang European Junior Cup pada 2013. 

Alhasil, ia terus bisa melaju hingga garis finis dengan bonus mendapatkan poin. “Saya sudah mengenali sirkuit sebelum putaran di Jerez berlangsung. Performa motor juga mendukung,” tuturnya. 

Torehan itu jelas sangat membanggakan apabila dilihat dari seri pembuka kala Adrian gagal menyelesaikan balapan pada seri pertama karena adanya beberapa kendala teknis. Namun, ia tidak mau menyalahkan keadaan. Hanya saja, ia enggan untuk menjadikan segala kekurangan sebagai alasan untuk tak bisa tampil bagus di lintasan.

“Kendala akan selalu ada, tapi bagaimana kita mengaturnya untuk bisa survive dan melakukan yang terbaik. Saya akan berlatih lebih keras dan sekarang sudah tahu ke arah mana saya akan bekerja dan akan kembali lebih kuat," ucap Adrian.

WSSP300 berlangsung selama sembilan putaran. Musim balapan dimulai dari Sirkuit Motorland Aragon, Spanyol pada 31 Maret-2 April. Kemudian, Sirkuit Assen di Belanda (28–30 April), Imola di Italia (12–14 Mei), Donington di Inggris (26–28 Mei), Misano di Italia (16–18 Juni), Lausitzring di Jerman (18–20 Agustus), Portimao di Portugal (15–17 September), serta Magny-Cours di Prancis (29 September–1 Oktober), serta terakhir di Jerez di Spanyol (20–22 Oktober).

Talenta Adrian dalam menunjukkan daya juang demi mendapatkan poin di WSSP 300 bukan kali ini terjadi. Pada putaran ke-8 yang digelar di Sirkuit Magny-Cours, ia juga sanggup finis setelah melewati 14 pembalap. Kala itu, Adrian harus mengawali lomba dari urutan ke-35 karena di babak kualifikasi sempat mengalami kendala teknis. 

Dalam babak kualifikasi, saat hujan mengguyur lintasan, ia sempat terjatuh di tikungan ke-7, yang kemudian menyebabkan kondisi motor mengalami kerusakan sebesar 60 persen. Namun, dengan ketekunan dan kegigihannya, Adrian tetap tampil maksimal guna mencari celah untuk bisa meraup hasil baik. 

Pada saat perlombaan, di bawah bimbingan manajer David Garcia yang terus memberikan motivasinya tinggi membuat Adrian mampu melewati sedikitnya lima pembalap di lap-lap awal. Adrian pun akhirnya bisa sampai garis finis di posisi ke-21 atau naik 14 peringkat dari garis start

"Terima kasih untuk dukungan yang telah diberikan oleh masyarakat Indonesia yang membuat saya tetap memiliki semangat untuk tidak pantang menyerah,” ujar Adrian.

Sebelumnya, Manajer Pertamina Almeria Racing Team David Garcia dan Adrian sama-sama optimistis akan selalu menunjukkan penampilan terbaik di setiap seri. “Saya ingin segera tampil menjadi yang terbaik. Saya, David, bersama Pertamina Almeria Racing Team berkomitmen tinggi untuk selalu tampil percaya diri dan kami yakin kami sudah siap."

Sementara itu, Vice President Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito mengatakan, keterlibatan perusahaannya dalam mendukung Pertamina Almeria Racing Team untuk tampil di WSSP 300 bukan tanpa sebab. Menurut dia, Adriansyah merupakan pembalap muda kebanggan Indonesia yang memiliki potensi untuk berprestasi di tingkat dunia. 

Selain itu, lanjut dia, kerja sama yang dilakukan itu juga sekaligus untuk mempromosikan produk Pertamina agar dikenal secara global. "Pertamina mendorong pembalap muda untuk tampil di kancah internasional untuk membawa //branding// Pertamina dan juga promosi produk Pertamina," ujar Adiatma.

Dia menuturkan, terbukti prestasi yang diraih Adrian di kejuaraan WSSP 300 musim 2017 cukup membanggakan. Bahkan di ajang balap perdana kelas WSSP 300 itu, Adrian mampu menempati urutan ke-18 dari 42 pembalap di klasemen akhir. 

Menurut Adiatma, capaian itu jelas sangat menggembirakan bagi pembalap Pertamina Almeria Racing Team tersebut dan sekaligus  bisa menjadi bahan evaluasi untuk tampil lebih baik lagi pada musim balapan berikutnya. "Ali Adrian merupakan satu-satunya pembalap asal Asia yang berlaga di WSSP 300 Gilmoters. Namun, (terbukti) mampu bersaing dengan para pembalap Eropa," ujar Adiatma bangga.