Ahad , 10 September 2017, 21:35 WIB

Konsumen Pilih Pertalite Karena Dianggap Lebih Hemat

Red: Winda Destiana Putri
Republika/ Tahta Aidilla
 Petugas memegang keran pompa bensin jenis Pertalite di SPBU, Jakarta, Rabu (22/7).  (Republika/Tahta Aidilla)
Petugas memegang keran pompa bensin jenis Pertalite di SPBU, Jakarta, Rabu (22/7). (Republika/Tahta Aidilla)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejumlah konsumen Pertamina yang menggunakan BBM jenis pertalite mengaku mendapatkan beberapa manfaat yang menguntungkan selaku pemakai. Diantaranya menggunakan Pertalite membuat pengeluaran lebih hemat.

"Semenjak saya menggunakan BBM pertalite, mesin kendaraan bermotor saya menjadi awet dan karburatornya juga lebih bersih dari sebelumnya," kata Dani, salah seorang staf tata usaha di sebuah Sekolah Dasar di Pontianak, Ahad (10/9).

Ia mengaku senang menggunakan pertalite karena mesin kendaraannya menjadi lebih awet dan bersih.

"Saat saya melakukan servis, karburator motor saya juga menjadi lebih bersih. Selain itu, teman-teman yang menggunakan sepeda motor tipe baru dengan sistem injection, juga bilang bahwa pertalite lebih bagus," ungkapnya.

Hal senada juga diakui oleh Agustiandi, salah seorang warga Kecamatan Pontianak Utara, yang mengaku senang menggunakan pertalite. Menurutnya awalnya dia memang memakai premium namun setelah merasakan keunggulan pertalite maka banyak manfaat yang dirasakan, seperti tarikan motor menjadi lebih ringan.

"Sehingga sekarang, saya selalu menggunakan BBM pertalite, bahkan teman-teman saya juga sudah banyak yang menggunakan pertalite, karena sudah merasakan sendiri keunggulannya, seperti mesin kendaraan lebih awet, dan tarikan motor juga ringan," ujarnya.

Dia menambahkan, yang paling dirasakan manfaatnya, bahwa pertalite membuat mesin menjadi lebih awet, halus dan bertenaga. Selain itu, dengan selisih harga yang hanya sedikit dibandingkan premium, ternyata pertalite jauh lebih irit. Menurut dia, sepeda motornya dulu ketika masih mempergunakan premium, dia harus mengisi penuh dalam hitungan waktu sekitar lima hari, namun setelah mempergunakan pertalite, waktu pengisian menjadi lebih panjang, sekitar satu minggu.

Sebelumnya, Area Manager Communication and Relations Kalimantan PT Pertamina (Persero) Alicia Irzanova menyatakan, penyaluran atau penjualan BBM jenis pertalite (nonsubsidi) hanya dalam rangka memenuhi permintaan pasar. "Saat ini permintaan BBM nonpremium jauh lebih tinggi, sehingga kami mengikuti permintaan konsumen saja dalam penyaluran atau pendistribusian pertalite dan BBM lainnya," katanya.

Ia menjelaskan, dari sekitar 5.443 SPBU yang tersebar di Indonesia, hanya sekitar 3.947 SPBU masih menjual premium sehingga tidak benar adanya pengurangan penjualan BBM jenis premium atau BBM bersubsidi. SPBU yang tidak menjual premium pun terletak di kawasan-kawasan menengah ke atas yang memang bukan sasaran dari subsidi.

Sumber : Antara