Rabu, 3 Syawwal 1435 / 30 Juli 2014
find us on : 
  Login |  Register

Mengerem yang Baik dan Benar, Begini Caranya

Selasa, 17 Juli 2012, 14:25 WIB
Komentar : 1
Antara/Yudhi Mahatma
Pengendara sepeda motor.
Pengendara sepeda motor.

REPUBLIKA.CO.ID,Apa jadinya jika anda mengendarai motor dalam kecepatan tinggi dan ada mobil mendadak berhenti di depan? Jika anda tidak menguasai teknik rem yang baik dan benar, maka tak ayal anda dapat menabraknya.

"Umumnya orang meremehkan 'ngerem' maunya ngebut saja, padahal yang paling sulit adalah 'ngerem'," kata Kepala Instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu ketika menjadi pembicara dalam pelatihan Forwot Safety Riding di Serpong, Tangerang akhir pekan lalu.

Jusri mengatakan semua produsen motor selalu mengembangkan sistem pengereman agar bekerja maksimal seperti sistem pengereman tromol,cakram hingga yang modern seperti Air Brake System (ABS) dan Brake Assist (BA).

Hal itu karena sistem pengereman adalah faktor yang paling penting untuk sebuah sepeda motor.

"Ada kesalahan kaprah, orang-orang berpikir motor akan langsung berhenti ketika direm. Padahal motor tidak akan berhenti seketika ketika pengendara menekan tuas rem. Jadi fungsi rem bukanlah menghentikan motor tapi menahan laju roda motor," katanya.

Motor tidak bisa langsung berhenti seketika dan kita harus memprediksi titik berhentinya motor dengan laju jalan. Sistem pengereman yang benar adalah berdasarkan jarak kecepatan sepeda motor.

Jika sepeda motor berada di kecepatan 30 KM, maka pengendara harus menggunakan rem belakang bukan rem depan. "Dalam kecepatan lambat, rem belakang akan mengunci laju roda secara maksimal, rem belakang lebih dapat mengontrol," katanya.

Sebaliknya jika kecepatan motor tinggi vatau di atas 40 KM ke atas, maka pengendara harus mengkombinasikan rem depan dan belakang dengan komposisi rem depan lebih besar. Jika kecepatan 40-50 KM, maka perbandingannya 60 : 40, rem depan 60 persen dan rem belakang 40 persen.

Jika kecepatan motor 50-70, komposisi rem depan 70 persen dan rem belakang 30 persen. Penggunaan rem depan biasanya digunakan di sirkuit yang membutuhkan kecepatan tinggi.

"Pengeraman yang benar adalah tekan ruas rem - lepas, tekan - lepas, tekan lagi - lepas lagi dan seterusnya hingga motor berhenti. Jangan sampai menekan rem terus karena akan membuat rem terkunci," katanya.

Injak rem sebelum sepeda motor melewati jalanan berlubang atau tikungan. Jika jalanan dalam kondisi licin, pengereman sebaiknya dengan cara halus dan pelan-pelan.

Redaktur : Taufik Rachman
Sumber : antara
Hai Bani Israil, ingatlah akan nimat-Ku yang telah Ku-anugerahkan kepadamu dan Aku telah melebihkan kamu atas segala umat. (QS. Al-Baqarah [2]:122)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
JK, Terpilih Wapres Biasa Saja, Anak dan Cucu Sedih
JAKARTA -- JAKARTA -- Jusuf Kalla sudah diumumkan secara resmi oleh KPU sebagai cawapres terpilih 2014-2019 pada tanggal 22 Juli kemarin. Ini menjadi kali...