Kamis, 2 Zulqaidah 1435 / 28 Agustus 2014
find us on : 
  Login |  Register

Kecelakaan Simoncelli akan Diselidiki Secara Tuntas

Senin, 24 Oktober 2011, 09:21 WIB
Komentar : 0
AP
Foto kecelakaan tragis yang menimpa pembalap Italia, Marco Simoncelli
Foto kecelakaan tragis yang menimpa pembalap Italia, Marco Simoncelli

REPUBLIKA.CO.ID, SEPANG--Tewasnya pembalap Italia, Marco Simoncelli, mendapat perhatian penuh dari MotoGP. Direktur Balapan MotoGP Paul Butler mengatakan akan ada investigasi terkait insiden Simoncelli.

"Sudah jelas konsekuensi dan situasi ketika kecelakaan akan kami investigasi menyeluruh," kata Butler.

Seperti diberitakan, pembalap berusia 24 tahun itu tewas usai tabrakan maut dengan pembalap Colin Edwards dan Valentino Rossi. Motor Simoncelli tak bisa dikendalikan di tikungan 11, ia melorot dari sadelnya dan tertabrak motor Edwards dan Rossi.

Saat tabrakan itu, helm Simoncelli terlepas. Tubuhnya terkulai tak bergerak di aspal lintasan.

Direktur Medis MotoGP Michele Macchiogodena mengatakan Simoncelli tewas 45 menit usai tabrakan. Ia menderita luka parah di bagian leher, kepala, dan dada.

Yang menjadi perhatian pemerhati balapan, selain kecelakaan itu adalah helm Simoncelli. Helm merek AGV itu terlepas dari kepala Simoncelli. Padahal helm itu dibuat khusus untuk melindungi kepala agar tak gampang lepas.

Helm seharga Rp 6 juta itu dibuat dengan bahan Karbon-Kevlar yang tahan benturan. Selain itu, ada tiga lapis pengaman cangkang helm serta kunci yang sangat modern. Namun ketika kecelakaan, entah karena dilindas motor Rossi atau Edwards, helm tersebut terlepas. Ini membuat wajah Simoncelli terseret bermeter-meter saat tabrakan. Apa sebenarnya yang terjadi?

Video berikut ini mengandung adegan kejadian yang BERBAHAYA :
R: Terbatas
(Restricted)
Anak di bawah usia 17 tahun harus ditemani orang tua atau orang dewasa sebagai pengawal.

Redaktur : Stevy Maradona
Sumber : AP
Sesungguhnya Allah SWT mengampuni beberapa kesalahan umatku yang disebabkan karena keliru, karena lupa, dan karena dipaksa (HR Ibnu Majah, Baihaqi, dan lain-lain)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar