Friday, 11 Sya'ban 1439 / 27 April 2018

Friday, 11 Sya'ban 1439 / 27 April 2018

Generasi Berikutnya dari Hyundai Fuel Cell

Ahad 14 January 2018 05:50 WIB

Rep: Rossi Handayani/ Red: Winda Destiana Putri

Hyundai

Hyundai

Foto: Reuters

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hyundai mengalahkan Toyota dan Honda dengan Tucson Fuel Cell hydrogen SUV pada 2013. Namun kini produsen mobil asal Korea tersebut memikirkan penggantian Tucson.

Dilansir dari laman Digital Trends, penggantian itu akan membuat debut Amerika Serikat di CES 2018. Hyundai meluncurkan apa yang disebut 'near-production-ready version' dari SUV sel bahan bakar generasi berikutnya di Seoul tahun lalu. Memamerkan desain dan beberapa spesifikasi utama, namun tanpa mengungkapkan hal seperti harga atau nama kendaraan.

Berbeda dengan Tucson Fuel Cell, yang didasarkan pada model bensin konvensional, SUV baru ini akan memiliki desain dipesan lebih dahulu. Gaya tersebut menarik perhatian pada konsep Hyundai FE Fuel Cell yang pertama kali terlihat di 2017 Geneva Motor Show.

Model produksi mempertahankan garis-garis konsep FE, namun dengan beberapa rincian yang lebih realistis seperti pencahayaan yang lebih memadai. Secara keseluruhan, desain mengiklankan fakta bahwa ini bukan mobil biasa.

Untuk sebagian besar, interiornya sepertinya bisa diambil dari produksi Hyundai saat ini. Pengecualian besar adalah layar panjang yang melintas di panel instrumen. Tampaknya berfungsi sebagai cluster instrumen untuk pengemudi dan layar infotainment, serupa dengan yang ada di S-Class Mercedes-Benz atau E-Class.

Hyundai mengklaim, sistem sel bahan bakar lebih efisien daripada Tucson Fuel Fuel sebelumnya, menghasilkan daya sekitar 20 persen lebih banyak, dan dapat menangani putaran dingin dengan lebih baik. Hyundai memperkirakan berada di kisaran 800 kilometer (sekitar 500 mil), meski berdasarkan optimis New European Driving Cycle. Peringkat EPA Amerika Serikat mungkin akan sedikit lebih rendah.

SUV sel bahan bakar baru ini juga akan menampilkan teknologi bantuan pendorong yang maju, menurut Hyundai, meski rinciannya tidak akan diumumkan sampai CES 2018. Itu juga saat Hyundai berencana untuk mengungkapkan nama SUV tersebut, serta rincian tentang rencana kemitraan dengan otonom startup Aurora Innovation. Startup yang didirikan oleh mantan bos mobil otonom Google Chris Urmson, juga bekerja sama dengan Volkswagen.

SUV sel bahan bakar itu akan menjadi tempat uji coba mobil baru Hyundai yang baru. Hyundai berharap bisa memproduksi mobil produksi otonom pada 2021.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA