Selasa , 05 December 2017, 20:25 WIB

Volvo Boyong Startup Kendaraan Terbang Terrafugia

Red: Winda Destiana Putri
Google
Volvo Terrafugia
Volvo Terrafugia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Setelah berbulan-bulan adanya rumor, perusahaan induk Volvo, Geely, telah mengakuisisi mobil penumpang baru Terrafugia, yang membawa kendaraan beralih dari jalan ke langit menjadi semakin dekat dengan kenyataan. Terrafugia bertujuan untuk mengantarkan mobil terbang pertamanya ke pasaran pada 2019.

Terrafugia 'street-legal airplane' disetujui pada tahun lalu oleh Federal Aviation Administration (FAA) untuk mendapatkan sertifikasi sebagai Light Sport Aircraft, yang membuka jalan bagi pengembangan kendaraan hibrid dengan berat 1.800 pound. Geely mengumumkan pekan ini bahwa pihaknya telah mengakuisisi operasi dan aset Terrafugia secara keseluruhan.
 
"Tim di Terrafugia telah berada di garis depan untuk percaya dan mewujudkan visi untuk terbang dan menciptakan solusi mobilitas utama. Ini adalah sektor yang sangat menarik dan kami percaya bahwa Terrafugia idealnya diposisikan untuk mengubah mobilitas karena saat ini kami memahami dan menggembar-gemborkan pengembangan industri baru dalam melakukannya," kata Li Shufu, pendiri dan ketua Geely dilansir dari laman Daily Mail.
 
Ia melanjutkan, investasi perusahaan mencerminkan kepercayaan bersama terhadap visi Terrafugia. Geely berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh kepada Terrafugia, memanfaatkan sinergi yang diberikan oleh operasi internasional dan rekam jejak inovasi perusahaan, untuk membuat mobil terbang menjadi kenyataan.
 
Sejak didirikan pada 2006, Terrafugia telah bekerja pada mobil terbang, dan dari sanalah perusahaan telah mengembangkan sejumlah prototipe. Perusahaan tersebut bertujuan untuk mengantarkan mobil terbang pertamanya ke pasar pada 2019, menjadi pertama di dunia untuk vertical take-off and landing (VTOL) yang tersedia pada 2023.