Senin , 13 November 2017, 18:39 WIB

Tim Toyota Sapu Bersih Kejurnas GT Radial Auto Gymkhana

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Yusuf Assidiq
Wahyu Suryana.
Toyota Team Indonesia (TTI) saat menggelar perayaan.
Toyota Team Indonesia (TTI) saat menggelar perayaan.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Kota Yogyakarta menjadi penutup rangkaian Kejurnas GT Radial Auto Gymkhana 2017. Seri kelima yang jadi pamungkasnya digelar di Stadion Mandala Krida, Sabtu (11/11).

Toyota New Agya dan Etios Valco jadi tunggangan yang mengantarkan pembalap Toyota Team Indonesia (TTI) menunjukkan kedigdayaannya. Mereka berhasil menutup kejurnas musim ini setelah menyapu bersih nomor bergengsi yang digelar lima seri.

Dimas Agil Juara 1 nasional Grup F modifikasi, Adrianza Yunial juara 2 nasional Grup F modifikasi, Anjasara Wahyu juara 1 nasional Grup A standar, dan Alinka Hardianti juara 1 nasional kelas wanita. Itu membuat TTI menjuarai Grup F dan A Kejurnas GT Radial Auto Gymkhana 2017.

Kejurnas Gymkhana tahun ini berlangsung di Solo, Banjarbaru, Lampung, Purwokerto, dan Kota Yogyakarta jadi pamungkasnya. Manager TTI, Memet Djumhana, mengaku tidak salah memilih Agya yang telah beberapa kali dipakai untuk sialom, dengan hasil yang memuaskan.

"Ini tahun Toyota, ini prestasi membanggakan, ke depan akan kami pertahankan," kata Memet, saat jumpa pers, di Liquid Bar & Kitchen Yogyakarta, Ahad (12/11) malam.

Walau tim pabrikan, ia pun tidak ragu mengungkapkan mimpi dan harapan untuk menjadi tim terbaik di Indonesia. Lalu, lanjut Memet, bukan tidak mungkin untuk berprestasi pula di level internasional, mengingat langkah-langkah itupun sudah mulai dilakukan TTI.

Selain TTI, satu lagi prestasi yang membanggakan diraih pembalap Nasmoco, Ahmad Adib, yang berhasil menjadi juara 1 Kelas A4 pemula dengan menunggangi Toyota Agya bermotif batik 1.000 cc. Adib berhasil menangi semua seri Kejurnas Auto Gymkhana tahun ini.

Pembalap yang memiliki home base di Nasmoco Ring Road Solo ini mengaku bangga, mampu mencatatkan hasil maksimal lewat tunggangan Agya-nya. Menurut Adib, kemudahan bermanuver membuatnya mampu bersaing dengan peserta lain yang memakai mobil berkapasitas mesin lebih besar.

"Ini merupakan perjuangan panjang, yang paling berkesan tentu kebersamaan kami saat latihan, teman-teman saya yang tanpa mereka tentu kita tidak bisa maksimal," ujar Adib.

Senada, Alinka Hardianti mengatakan, pertarungan kali ini memang cukup berat, dan tahun pertama ikut sudah ditarget menjadi juara. Setelah progres terus ditunjukkan dari awal tahun, hasil maksimalpun berhasil pembalap-pembalap raih tentu dengan dukungan banyak pihak.

"Yang tidak kalah penting teman-teman tim yang ada dari balik layar, atas dukungan mereka kita berhasil mencapai raihan ini," kata Alinka.

Turut hadir Vice President PT TRD Indonesia, Tosio Obara. yang mengungkapkan kebahagiaannya bisa melihat TTI sukses menyapu bersih juara tahun ini. Ia menekankan, dukungan kepada pembalap-pembalap tidak akan putus, termasuk agar bisa berlaga di level internasional.

"Saya berharap kita bisa melangkah ke kejuaraan internasional, itu mimpi saya," ujar Tosio.