Selasa , 07 November 2017, 20:20 WIB

Nissan Kembali Produksi Mobil di Tengah Skandal

Rep: Rossi Handayani/ Red: Winda Destiana Putri
Nissan
Nissan

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Nissan Motor melanjutkan sebagian besar produksi mobil dalam negeri Jepang yang telah ditangguhkan di tengah skandal pada Selasa (7/11). Skandal tersebut sebelumnya terjadi karena, teknisi yang tidak bersertifikat berada di inspeksi akhir selama beberapa dekade.

Dilansir dari laman Reuters Selasa (7/11) Dimulainya kembali produksi, yang mengikuti persetujuan Kementerian Perhubungan Jepang mengenai perubahan prosedur inspeksi, muncul saat produsen mobil tersebut menyatakan penyelidikan pihak ketiga juga menemukan bukti baru bahwa staf inspeksi belum dilatih dengan benar.

Investigasi tersebut menemukan Nissan telah berbagi pertanyaan tes dengan peserta ujian, dan gagal mengajar peserta pelatihan dengan jumlah jam yang benar, kata perusahaan tersebut dalam pernyataan e-mail. Namun hingga kini belum terlihat jika pengungkapan kesalahan baru akan memiliki implikasi peraturan lebih lanjut untuk Nissan.

Nissan mengatakan, perusahaan sedang melatih, dan menguji ulang pemeriksa. Selain itu juga telah mengoreksi inkonsistensi antara manual operasi, dan kegiatan pabrik dalam dokumen yang diberikan ke kementerian transportasi Jepang.

Adapun penemuan pembuat mobil bahwa teknisi yang tidak bersertifikat telah menandatangani pemeriksaan akhir, menyebabkan penghentian produksi domestik semua mobil penumpang yang dibuatnya untuk pasar dalam negeri pada 19 Oktober. Ini juga mendorong penarikan kembali 1,2 juta kendaraan untuk inspeksi ulang, termasuk semua mobil penumpang yang diproduksi untuk dijual di Jepang selama tiga tahun terakhir.

Kementerian transportasi Jepang mewajibkan pengawas bersertifikat untuk menandatangani cek kendaraan untuk mobil yang dijual di Jepang, sebuah langkah yang tidak diperlukan untuk kendaraan yang diekspor ke luar negeri. Nissan telah mengatakan penjualan Jepang untuk kendaraan penumpang baru mungkin turun setengahnya, pada Oktober dari setahun yang lalu karena skandal tersebut.

Pembuat mobil tersebut menyatakan pabriknya di Fukuoka, Kanagawa dan Tochigi akan memulai kembali produksi untuk pasar domestik pada Selasa, bersama dengan pabrik yang dioperasikan oleh afiliasi Nissan Shatai di Fukuoka dan Kanagawa. Sebuah pabrik yang dioperasikan oleh afiliasi Kyoto Auto Works masih menunggu persetujuan menteri, kata Nissan.