Senin , 06 November 2017, 13:52 WIB

Eon Tambahkan 10.000 Stasiun Pengisian Mobil Listrik

Rep: Rossi Handayani/ Red: Winda Destiana Putri
Dailymail
 Stasiun Pengisian Listrik Gratis.
Stasiun Pengisian Listrik Gratis.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perusahaan energi Eon mengumumkan rencananya untuk memperluas jaringan pengisian daya mobil listrik ke 10.000 titik di seluruh Eropa pada 2020. Rencana tersebut secara dramatis melebihi 400 pengisi daya ultra cepat yang diumumkan pekan lalu oleh sebuah konsorsium BMW, Daimler, VW Group dan Ford.

Dilansir dari laman Autocar Senin (6/11) pengisian daya Eon meliputi Inggris, namun perusahaan tersebut tidak dapat memastikan berapa banyak yang akan dipasang di negara ini. Namun, dikatakan jumlah titik pengisian bisa melampaui 10.000 pada 2020, tergantung pada kemitraan mana yang terbentuk.

Perusahaan telah memiliki kemitraan di Denmark dengan perusahaan e-mobility, Clever, untuk meluncurkan pengisi daya ultra cepat ke jalan raya utama di Eropa. Di Jerman, Eon bekerja sama dengan Tank and Rast untuk mengirimkan jaringan pengisian ultra cepat, yang memungkinkan pengemudi EV menempuh jarak 600 mil dari Flensburg di utara ke Munich di selatan.

Pengisian dari Eon akan begitu cepat, yang setara dengan tingkat Tesla Supercharger. Ini akan menawarkan 150kW, dengan opsi upgrade modular untuk 350kW, dan mengakomodasi baterai yang lebih kuat secara bertahap. Stasiun ultra cepat memungkinkan pengisian baterai jarak tempuh 250 mil dalam 20-30 menit, klaim perusahaan tersebut.

Eon, yang saat ini memiliki 6.000 titik pengisian di Eropa, adalah satu dari banyak perusahaan yang mengumumkan rencana pertumbuhan untuk infrastruktur kendaraan listrik. Baru bulan lalu, perusahaan minyak Shell mengumumkan layanan pengisian cepat untuk kendaraan listrik di tiga stasiun layanan Shell di Inggris, dan mengatakan akan memperluas layanannya lebih jauh di Inggris, Belanda dan Filipina.

Sementara itu, pekan lalu, konsorsium raksasa mobil Jerman dan Ford mengumumkan Ionity, jaringan pengisian cepat EV-nya yang mencapai 400 poin pada 2020, dengan Jerman, Austria dan Norwegia menjadi fokus utama.

Morgan Stanley memperkirakan bahwa 1 sampai 3 juta titik pengisian umum dapat dibutuhkan di Eropa Barat pada 2030 untuk memenuhi permintaan yang meningkat. Perkiraan saat ini menunjukkan 120 ribu titik pengisian di seluruh Eropa.