Sabtu, 3 Jumadil Awwal 1439 / 20 Januari 2018

Sabtu, 3 Jumadil Awwal 1439 / 20 Januari 2018

Concept i-Ride Toyota Jadi Pilihan Penyandang Disabilitas 

Senin 06 November 2017 04:38 WIB

Rep: ROSSI HANDAYANI/ Red: Winda Destiana Putri

Toyota concept i ride untuk penyandang disabilitas.

Toyota concept i ride untuk penyandang disabilitas.

Foto: Autocar

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Toyota berencana untuk memperluas visinya tentang mobilitas masa depan di Tokyo Motor Show 2017 dengan dua kendaraan listrik kecil. Salah satunya Concept i-Ride merupakan mobil dengan dua kursi yang cocok untuk jalan-jalan di kota yang ramai, dan dapat menjadi pilihan mobilitas pribadi untuk orang yang sudah tua atau penyandang disabilitas. 

Concept i-Ride memiliki pintu sayap camar yang terbuka lebar, agar muat untuk bongkar kursi roda dengan mudah, dan digerakkan oleh joystick, bukan pedal. Saat digunakan, Concept i-Ride akan memiliki jangkauan antara 62-93 mil.

"Seri Toyota Concept-i, bertujuan untuk menjadi ''mobil tercinta'' era baru yang dipandu oleh konsep ''lebih dari sekedar mesin, pasangan'' untuk lebih memahami pengemudi dan tumbuh bersama, dengan sopir sebagai mitra yang tak tergantikan," sebut Toyota dalam sebuah pernyataan, dilansir dari laman Automotive News.

Concept i-Ride dan i-Walk melengkapi rangkaian kendaraan seri Concept-i Toyota. Kedua konsep tersebut sebagai bagian dari rencana Toyota Motor Show di Tokyo, bertenaga baterai, dan diposisikan memiliki potensi berbagi tumpangan. Untuk Concept i-Walk memiliki daya jelajah hingga 12,4 mil dengan muatan penuh.

Nama seri ini merupakan kata Jepang untuk cinta, yang diucapkan seperti huruf i. Ini mencerminkan keinginan Toyota Motor Corp untuk memposisikan mobil cerdas masa depan sebagai mitra tercinta, antara hubungan emosional dengan pengemudi, dan bukan sebagai perancang utilitarian saja.

Toyota mengatakan akan memulai uji coba beberapa teknologi penggerak otonom Concept-i, dan kecerdasan buatan di pasar sekitar 2020. Sistem kecerdasan buatan yang mendalam untuk menyerap kebiasaan, dan perilaku pengemudi, membuat prediksi, saran dan melindungi penghuninya.

Misalnya, dengan memantau gerakan mata pengemudi, ekspresi wajah dan gerak tubuh, mobil bertujuan untuk memprediksi apakah pengemudi menjadi mengantuk atau tengah jengkel. Sistem saat ini bisa mengenali kelelahan atau kemarahan, namun Toyota mengatakan itu sudah terlambat. Ia menginginkan sebuah sistem yang bisa memprediksi keadaan pikiran pengemudi terlebih dahulu.

Sumber : Center
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika Setiap Minggunya

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA