Kamis , 19 October 2017, 07:02 WIB

Panasonic Banting Setir Kembangkan Mobil Swakemudi

Rep: Taufiq Alamsyah Nanda/ Red: Winda Destiana Putri
Leflanenews
Panasonic. Ilustrasi
Panasonic. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, Perlombaan untuk menghadirkan mobil swakemudi semakin sengit dan ramai. Perusahaan teknologi asal Jepang, Panasonic telah mengumumkan bahwa pihaknya sedang mengembangkan serangkaian teknologi swakemudi. Direncanakan produk otomotif ini akan memasuki pasar pada tahun 2022.

Teknologi ini akan memungkinkan kendaraan mengemudi secara mandiri dengan kecepatan rendah dan menengah. Serta melakukan parkir sendiri dengan posisi yang tepat. Mobil yang sedang dikembangkan ini akan menjadi produk komersial yang juga memiliki kursi penumpang.

Panasonic menyadari bahwa mereka jauh tertinggal dalam melakukan pengembangan teknologi otomotif. Namun demikian Panasonic tetap optimis para ahli yang mereka miliki dapat mengejar ketertinggalan tersebut. Terutama dengan pemain otomotif raksasa asal Jerman, Bosch. Perusahaan tersebut telah berkecimpung dalam penegembangan teknologi swakemudi selama beberapa dekade. Panasonic juga berharap, nantinya mereka dapat bermitra dengan produsen mobil besar lainnya untuk meraup keuntungan di industri otomotif ini.

"Kami tahu kami berada di belakang saingan kami saat ini, namun kami telah mengembangkan chip berskala besar yang terintegrasi untuk pemrosesan gambar dan penginderaan sonar yang canggih yang akan memberi kami keuntungan besar, melalui tangan – tangan para ahli kami yang sebelumnya mengembangkan teknologi televisi dan kamera," jelas Shoichi Goto, Direktur Teknologi penglihatan dan Penginderaan di Departemen Litbang Otomotif Panasonic, dalam sebuah wawancara dengan Automotive News.

Sebelumnya Panasonic memiliki nama besar di industri teknologi elektronika. Saat ini perusahaan tersebut sedang membuka jalannya untuk memasuki arena baru pertarungan di dunia otomotif. Secara khusus, Panasonic memproduksi sel baterai yang digunakan Tesla untuk mengembangan kemasan baterai yang menjadi sumber energi untuk mobil Model 3 yang dibuat oleh Tesla.