Rabu , 11 Oktober 2017, 11:12 WIB

Ferrari: Mobil Listrik Belum Tentu Ramah Lingkungan

Rep: Taufiq Alamsyah Nanda/ Red: Winda Destiana Putri
VOA
Mobil Listrik
Mobil Listrik

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- CEO Ferrari Sergio Marchionne mengatakan bahwa mobil listrik belum tentu bisa menyelamatkan planet bumi dari kerusakan. Menurutnya, analisis dampak lingkungan lebih lanjut sebelum ditentukan bahwa mobil listrik lebih baik daripada mobil berbahan bakar fosil.

"Saya pikir jika Anda tidak melakukan analisis penuh tentang asal tenaga listrik, bagaimana Anda memasukkan baterai ke mobil, kesimpulan bahwa kita akan menyelamatkan planet ini dengan mobil listrik adalah omong kosong," kata Marchionne, yang juga chairman dan CEO Fiat Chrysler Automobiles dan ketua Maserati.

Ia menambahkan bahwa jika basis produksi listrik itu adalah nuklir, maka hal tersebut dapat menjadi harapan. Namun jika menggunakan bahan bakar fosil untuk menghasilkan listrik, itu akan percuma.

Di dalam dunia otomotif, Marchionne terkenal sebagai pihak yang kontra dalam penerapan teknologi listrik. Sebagian besar pembuat mobil utama memiliki semacam mobil listrik, atau setidaknya berencana untuk mengembangkannya dalam beberapa tahun ke depan.

Salah satunya adalah Tesla yang sudah mengembangkan mobil listrik yang terbukti kualitasnya serta diminati konsumen. Namun demikian, faktanya memang mobil listrik tidak banyak menguntungkan industri mobil. Setidaknya sampai saat ini. Karena biaya produksi dan riset yang mahal.

Ferrari tidak memiliki rencana publik untuk membuat mobil listrik. Eksekutif maupun fans Ferrari mengatakan bahwa mobil listrik tidak sesuai dengan citra merek perusahaan. Prinsip yang dipegang Ferarri saat ini bisa jadi berubah. Mengingat tekanan dari pemerintah di berbagai negara untuk mengembangkan teknologi otomotif ramah lingkungan. Saat ini tren teknologi dunia memang sedang bergeser menuju ramah lingkungan, dilansir laman CNBC.

Berita Terkait