Sabtu , 09 Maret 2013, 21:27 WIB

Mobil Listrik Mulai Redup

Red: Mansyur Faqih
Antara
Volkswagen XL1
Volkswagen XL1

REPUBLIKA.CO.ID, JENEWA -- Pabrikan mobil kini mulai berpikir alternatif lain untuk mendukung kendaraan hemat bahan bakar dan ramah lingkungan. Ini menyusul semakin redupnya pamor kendaraan listrik di masyarakat.

Seperti dilaporkan Reuters, para pabrikan mulai khawatir jika teknologi hybrid konvensional dan kendaraan listrik tak bisa memenuhi peraturan emisi Uni Eropa. Apalagi penjualannya saat ini masih lesu.

Kondisi ini yang membuat munculnya ide-ide baru pada pameran mobil Jenewa pekan ini. Di situ terlihat upaya pabrikan dalam menawarkan teknologi baru.

Misalnya Volkswagen yang menyajikan mesin diesel-listrik XL1. Yaitu kendaraan dua tempat duduk dengan konsumsi kurang dari satu liter solar untuk 100 kilometer. JUga PSA Peugeot Citroen yang meluncurkan hibrida kompresi udara.

Saat ini, para pembuat kendaraan sedang berpacu untuk memenuhi standar emisi CO2 130 gram per kilometer pada 2015. Serta 95 gram per kilometer untuk 2020.

"Kami tidak bisa menggantungkan harapan pada teknologi tradisional lagi," kata Kepala inovasi Peugeot Jean-Marc Finot.

Arthur Wheaton, pakar otomotif di Cornell University menambahkan, teknologi baterai belum mampu menyelesaikan masalah klasik. Yaitu bobot dan daya jangkau yang masih terbatas.

Miliaran euro sudah dihabiskan oleh Renault-Nissan untuk mengembangkan mobil listrik. Namun optimisme tentang masa depan teknologi tersebut jauh menurun.

Toyota, yang meluncurkan Prius hybrid pada 1997 juga telah membatalkan rencana perluasan penjualan baterai EQ. Alasannya, karena salah membaca permintaan pasar.

Opel turut membatalkan rencana membuat kendaraan listrik subkompak, Adam. Biaya yang terlalu besar menjadi pertimbangannya. Nissan bahkan memotong harga Leaf karena penjualannya yang tidak memuaskan.

"Permintaan untuk mobil listrik tidak seperti yang kami bayangkan," kata Kepala Pengembangan Hulu Nissan, Francois Bancon.

Sumber : Antara