Jumat , 18 Agustus 2017, 10:21 WIB

Gelinding Ban Baru Dari Goodyear

Rep: Nora Azizah/ Red: Esthi Maharani
Republika/Rakhmawaty La'lang
Suasana ppengunjung pada pembukaan pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017 di ICE BSD City, Tangerang, Banten, Kamis (10/8).
Suasana ppengunjung pada pembukaan pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017 di ICE BSD City, Tangerang, Banten, Kamis (10/8).

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG.- Dalam ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017, Goodyear memperkenalkan beberapa jenis konsep ban baru. Pengunjung bisa melihat lebih dari 20 jenis gelinding ban baru Goodyear. Salah satunya Spherical Eagle-360 yang merupakan desain terkini model ban berbentuk bola. Ban tersebut memiliki sensor canggih sehingga mampu mendeteksi kondisi jalan dan cuaca. Selian itu, ban juga mampu memberikan informasi terkait komponen kendaraan lain untuk meningkatkan keamanan berkendara.

Sementara pada ban konsumen, Goodyear memperkenalkan produk EfficientGrip Performance untuk mobil SUV. Ban tersebut memiliki teknologi meredam kebisingan sehingaa perjalanan lebih tenang dan nyaman. Jenis ban lain, yakni S700 dan S-200+ ditujukan bagi pemilik armada transportasi dengan fitur Omnitrac-max Technology untuk tarikan lebih bagus. Dengan teknologi tersebut jarak tempuh menjadi lebih panjang, dan ban tidak mudah pecah atau aus merata.

"Hadir kembali dalam acara otomotif menjadi cara bagi kami menunjukkan eksistensi pada konsumen," ujar Manager Product and Trade Marketing Consumer Goodyear Indonesia Arfianti Puspitarini di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Rabu (16/8). Ini merupakan tahun ke dua Goodyear berpartisipasi dalam ajang GIIAS. Goodyear tidak menargetkan bisa menjual produk dalam jumlah besar tetapi lebih mengutamakan 'branding' pada pencinta otomotif.

Selain produk ban, Goodyear juga memboyong Fleet Online System untuk membantu sistem pemasaran dan penjualan. Fleet Online System merupakan rangkaian program bagi segmen komersial yang fokus pada efisiensi biaya bagi perusahaan operator niaga. Ekosistem berbasis daring memang belum memberikan kontribusi terhadap penjualan ban. Sebab, sangat sulit menyediakan infrastruktur penjualan ban online. Misalnya, tidak mungkin konsumen membeli ban secara online kemudian barang dikirim ke rumah. Pemasaran online sangat membantu dalam proses transaksi.