Senin , 20 March 2017, 15:52 WIB

Toyota Terus Kembangan Mobil Hybrid

Rep: Dwina Agustin/ Red: Winda Destiana Putri
Toyota
Toyota

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Toyota melihat jika pengembangan teknologi mobil listrik mesti digarap serius. Pemanfaatan bahan bakar fosil tidak bisa menjadi pegangan untuk terus membangun industri otomotif berkelanjutan.

Toyota secara global menyadari jika kendaraan mesti berkelanjutan. Tidak boleh ada ketergantungan pada bahan bakar minyak bumi, namun hal ini akan habis.

Melihat kondisi itu, Toyota sejak 20 tahun lalu sudah melakukan riset untuk mencari mesin-mesin yang bisa menggunakan bahan bakar alternatif, termasuk pembuatan mobil listrik. Hal itu pun menjadi tujuan akhir yang ingin dicapai oleh Toyota. "Kenapa? Dia emisi nol, motor listrik punya karakteristik mesin yang bagus sehingga mobil fun to Drive, hanya saja kita terkendala dengan teknologi baterai," kata Rouli.

Baterai di era saat ini, menurut Rouli, masih mengisi daya dengan proses yang lama dengan jarak tempuh yang terbatas. Sehingga pada 1980-an dicetuskan teknologi antara yang menggabungkan teknologi mobil listrik dan penggunaan bahan bakar fosil. "Ini yang kita sebut mobil hybrid, jadi campuran masih pakai pembakaran dalam dan sudah pakai motor listrik, secara dunia pun Toyota sudah menjual lebih dari 10 juta, banyaknya di Amerika dan Jepang."

Tren mobil hybrid memang perlu didukung oleh insentif pemerintah. Sedangkan di Indonesia belum ada regulasi yang memberikan bantuan untuk mengurangi harga yang cenderung dinilai masih tinggi. Tahun 2009 Toyota sudah membawa mobil hybrid ke Indonesia dengan mengusung Prius di ajang motorshow. Kemudian 2011 Toyota pun merilis Camry dan untuk penjualan mencapai angka 2500.