Jumat , 17 March 2017, 18:08 WIB

Baidu Inc Terjun ke Industri Kendaraan Elektrik

Red: Hiru Muhammad
AP
Baidu
Baidu

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Seolah tak mau kalah dengan pesaingnya, Baidu Inc perusahaan layanan berbasis web, mencoba keberuntungan dengan memimpin konsorsium invetasi bagi produksi kendaraan elektrik ramah lingkungan NextEV. 

"Kami melakukan investasi untuk pendanaan proyek ini," kata seorang juru bicara Jumat (17/3). Namun juru bicara wanita itu enggan menyebut nilai investasi yang digelontorkan perusahaan asal Cina itu. Meski demikian, sejumlah media di Cina menyebut angka lebih 600 juta dolar AS untuk investasi tersebut.

Baidu tampaknya nekat melakukan investasi di luar bisnis utamanya menyusul kian ketatnya regulasi yang dikeluarkan pemerintah Cina terkait bisnis informasi teknologi. Selain harus menghadapi persaingan dengan rival senegaranya, Alibaba dan perusahaan asing lainnya.

Penguasan Cina kabarnya juga telah menganggarkan anggaran hingga miliaran dolar AS untuk mendorong industri kendaraan ramah lingkungan. Upaya itu telah memicu bergairahnya perusahaan start up di negeri Panda tersebut. 

Menurut CNN, tahun lalu perusahaan milik pemerintah Beijing Beijing Auto International Corporatoin telah merilis kendaraan elektrik ramah lingkungan ArcFox yang kemudian bernama ArcFox 7. Kendaraan ini memiliki motor listrik yang mampu menghasilkan tenaga kuda hingga 603 HP. Seluruh tubuhnya  terbuat dari serat kabron fiber yang memungkinkannya melesat hingga kecepatan 60 mil perjam hanya dalam waktu tiga detik. 

Tech Rules perusahaan otomotif Cina lainnya juga telah menjalani uji coba produk terbarunya yang disebut Turbine Recharging Electric vehicle (TREV) di surkuit balap Silverstone di Inggris. Kendaraan ini terbuat dari bahan serat karbon, menggunakan ion baterei sebagai tenaga penggerak dan mampu beroperasi melalui sistem penggerak empat roda (4WD).

 

 

Berita Terkait