Saturday, 8 Muharram 1436 / 01 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Mobil 1.200 cc Dalam Negeri akan Dapat Insentif

Tuesday, 28 August 2012, 19:44 WIB
Komentar : 1
Wihdan Hidayat/Republika
Mobil Esemka
Mobil Esemka

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Pemerintah meminta Agen Pemegang Merek (APM) yang terlibat dalam program "low carbon emission project" (LCEP) untuk memproduksi kendaraan roda empat di dalam negeri.

"Pemerintah berencana memberikan rangkaian insentif khusus bagi mobil dengan kapasitas silinder hingga 1.200 cc dengan tingkat konsumsi BBM 22 km /liter dan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) tertentu ( kendaraan itu)  disebut dengan LCGC (low cost and green car)," kata Direktur Jenderal (Dirjen) Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Budi Darmadi, di Jakarta, Selasa.

Budi mengatakan kebijakan yang dipertimbangkan adalah pembebasan atau pengurangan pajak penjualan barang mewah (PPnBM) untuk kendaraan bermotor yang murah dan ramah lingkungan, termasuk mobil jenis LCGC dan hybrid.

Syarat yang harus dipenuhi APM untuk mendapatkan insentif PPnBM, menurut Budi, proses manufaktur dan tingkat konsumsi BBM. "Insentif akan diberikan hanya untuk mobil yang diproduksi di dalam negeri. Artinya, mobil impor kemungkinan besar tidak akan mendapatkan insentif tersebut," paparnya.

Proses manufaktur, lanjut Budi, harus dilakukan di dalam negeri secara bertahap dalam beberapa tahun. Selain itu, produksi harus memberikan nilai tambah bagi industri nasional, seperti penggunaan komponen lokal.

"Setiap mobil yang diproduksi harus memenuhi standar konsumsi BBM, yaitu kilometer/liter. Kalau jarak tempuh tiap liternya lebih hemat, BBM yang digunakan tentu lebih sedikit, sehingga jumlah emisi karbon yang dikeluarkan juga lebih sedikit dan mobil harus dibuat di Indonesia," ujarnya.

Budi menambahkan, mobil yang akan mendapat insentif harus menggunakan mesin minimal standar Euro 2 sesuai dengan peraturan Kementerian Lingkungan Hidup.

"Untuk teknologi mesin Euro 4 belum dapat digunakan karena BBM di Indonesia belum memenuhi standar. Semua proyek mobil ramah lingkungan, termasuk mobil listrik, hybrid, LCGC, gas, dan lainnya, akan mendapatkan insentif yang diatur dalam kebijakan LCEP dan semua jenis kendaraan dengan teknologi masing-masing memiliki regulasi turunannya," katanya.

Redaktur : Taufik Rachman
Sumber : antara
Siapa saja yang telah kami angkat untuk mengerjakan suatu pekerjaan/jabatan kemudian kami telah memberikan gaji, maka sesuatu yang diterima di luar gajinya yang sah adalah ghulul (korupsi)((HR. Bukhari))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Soal DPR Tandingan, Ketua DPD:Tunjukkan Semangat Merah Putih untuk Indonesia Hebat
JAKARTA -- Koalisi Indonesia Hebat (KIH) membentuk DPR tandingan. Kepada wartawan, Jumat (31/10) ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Irman Gusman turut prihatin. Ia...