Friday, 30 Zulhijjah 1435 / 24 October 2014
find us on : 
  Login |  Register

GM akan Kurangi Pabrik di Eropa

Friday, 03 August 2012, 05:52 WIB
Komentar : 0
General Motors
General Motors

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--General Motors sedang dalam pembicaraan dengan serikat pekerja untuk menutup satu atau lebih pabriknya di Eropa, seorang juru bicara mengatakan kepada AFP, Kamis.

Kepala eksekutif GM Dan Akerson, Kamis pagi, mengatakan bahwa produsen mobil AS terbesar itu berharap mencapai sebuah kesepakatan "komprehensif" berurusan dengan serikat pekerja di Jerman dalam bulan-bulan mendatang.

Ketika ditanya apakah pembicaraan saat ini bisa menyebabkan satu atau lebih penutupan pabrik, juru bicara GM James Kain berkata "ya, itu masih dalam negosiasi." "Kapasitas harus diatasi dan itu adalah fokus utama dari negosiasi," tambahnya.

Produsen mobil AS terkemuka, yang pada Kamis mencatat kerugian 400 juta dolar AS di Eropa pada kuartal kedua, setelah kehilangan 256 juta dolar AS dalam kuartal sebelumnya, telah berbicara untuk beberapa waktu tentang perlunya mengurangi kelebihan kapasitas di Opel-Vauxhall, anak perusahaannya di Eropa.

Pada akhir Juni, dewan pengawas Opel menyetujui sebuah rencana yang melibatkan restrukturisasi mendalam, investasi besar dalam berbagai produk dari merek Opel dan Vauxhall, dan strategi pemasaran baru.

GM juga telah mencapai "kesepakatan operasi kompetitif" dengan serikat pekerja di Inggris dan Polandia serta "membuat kemajuan bagus membuat keputusan perampingan, mengurangi biaya material kami dan mengelola modal kerja serta arus kas," kata Akerson.

Redaktur : Taufik Rachman
Sumber : antara
Rasulullah SAW bersabda:"Tidak akan masuk neraka orang yang shalat sebelum terbitnya matahari dan sebelum terbenamnya, yakni shalat subuh dan ashar."( HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Pengamat AS: Jokowi Perlu Bentuk Pemerintahan yang Profesional
Hiruk pikuk transisi demokrasi telah usai, kini pasangan Jokowi-JK resmi menjadi pemimpin negara dan mengemban amanah rakyat. Namun menurut sejumlah pengamat, Presiden Jokowi...