Jumat, 30 Zulhijjah 1435 / 24 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Mendikbud: Perlu Integrasikan Seluruh Potensi untuk Mobil Listrik Nasional

Senin, 23 Juli 2012, 17:29 WIB
Komentar : 1
FOTO ANTARA/Ismar Patrizki
rototip bus listrik membawa rombongan berkeliling saat digelar Fun Drive Mobil Listrik Nasional di sela berlangsungnya Peluncuran Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) Ke-17 di halaman Gedung BPPT, Jakarta, Selasa (26/6).
rototip bus listrik membawa rombongan berkeliling saat digelar Fun Drive Mobil Listrik Nasional di sela berlangsungnya Peluncuran Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) Ke-17 di halaman Gedung BPPT, Jakarta, Selasa (26/6).

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan pemerintah harus mengintegrasikan potensi Indonesia untuk menciptakan mobil listrik nasional.

"Tema besarnya adalah bagaimana kita mengintegrasikan potensi yang ada menjadi kekuatan besar untuk menciptakan mobil listrik nasional," kata Nuh pada rakor pembahasan lanjutan mobil listrik di kantor Menko Perekonomian di Jakarta, Senin.

Dikatakannya, pihaknya telah mengadakan pertemuan sebanyak tiga kali. Pertemuan yang pertama yaitu saat presiden mengundang para rektor. "Ada lima perguruan tinggi (UI,ITB, ITS, UGM, UNS, dan Politeknik Manufaktur Bandung) untuk mengambil inisiatif penyiapan penelitian dan pengembangan mobil listrik," katanya.

Pertemuan kedua di Yogyakarta, Mendikbud bersama Kemenristek, BPPT, serta dan BUMN seperti INKA dan PT DI. Pertemuan-pertemuan tersebut merupakan kempatan sangat bagus untuk bersinergi dengan masing-masing lembaga tersebut, namun penelitian dan pengembangan tetap di bawah Kemendikbud bekerja sama dengan Kemenristek.

Oleh karena itu dalam rapat koordinasi kami melaporkan tindak lanjut dari pertemuan di Yoygakarta bersama Presiden. " Saya harapkan pada saat hari kebangkitan teknologi 10 agustus nanti, produk-produk baru muncul lagi," katanya.

Ia menambahkan benih-benih pengembangan mobil listrik ini sangat luar biasa sehingga sekarang ini kita menguatkan potensi yang ada.

"Mendikbud tidak masuk ke dalam wilayah pabrikasi karena kita lebih mengarah ke penelitian serta pengembangan serta mendukung pendanaannya," lanjut dia.

Redaktur : Taufik Rachman
Sumber : antara
Hati-hatilah terhadap dusta. Sesungguhnya dusta membawa kepada kejahatan dan kejahatan membawa kepada neraka. Selama seorang dusta dan selalu memilih dusta dia tercatat di sisi Allah sebagai seorang pendusta (pembohong)((HR. Bukhari))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar