Jumat, 30 Zulhijjah 1435 / 24 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Mobil Nasional Bertenaga Listrik Diproduksi Massal 2013

Selasa, 12 Juni 2012, 17:42 WIB
Komentar : 12
solopos fm
Mobil Listrik UGM
Mobil Listrik UGM

REPUBLIKA.CO.ID,CILEUNGSI--Jika tidak ada aral melintang Indonesia segera memproduksi secara massal mobil listrik nasional pada April 2013.

"Mudah-mudahan jika semua lancar, mobil listrik dapat diproduksi massal mulai April 2013 dengan jumlah produksi awal sebanyak 10.000 unit," kata Dahlan usai meninjau PT Nipress Tbk produsen baterai (accu), di Narogong, Cileungsi, Jawa Barat, Selasa.

Menurut Dahlan, prototipe mobil listrik nasional akan diluncurkan pada 10 Agustus 2012 bertepatan dengan Hari Kembangkitan Teknologi Nasional.

Ia menjelaskan empat varian mobil listrik yang akan diproduksi yaitu, kendaraan sekelas Carry, Avanza, Yaris, dan kelas premium Ferrari.

"Prototipe empat varian mobil listrik tersebut sudah selesai, tinggal meminta kesiapan pasokan baterai jenis lithium ferro posphate," kata Dahlan.

Menurutnya, baterai merupakan unsur terpenting dalam industri mobil listrik yang perannya bisa mencapai 40 persen. "Tiga minggu lagi, saya akan menaiki mobil listrik itu," katanya.

Saat ini pembangunan mobil listrik nasional tersebut "dikeroyok" lima orang pemuda yang disebut Dahlan sebagai "Pendawa Putra Petir", yang masing-masing memiliki keahlian dan pengalaman dalam sebuah industri otomotif global.

Meski begitu Dahlan tidak menyebut perusahaan atau pihak mana yang akan ditunjuk dalam memimpin konsorsium proyek mobil listrik nasional tersebut.

"Belum ada yang ditunjuk. Tapi kita akan melibatkan PT INKA (Persero) dan PT LEN (Persero). Selain BUMN saya juga mengimbau pihak swasta juga ikut memproduksi mobil listrik ini," ujarnya.

Dahlan merupakan sosok yang sangat gencar untuk melahirkan industri mobil nasional.

Ia pun mempertemukan "Pendawa Putra Petir" dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Bersatu, di Istana Negara Jogjakarta, Yogyakarta pada 25 Mei 2012, saat membahas mobil nasional.

Menurut Dahlan, saat ini baterai mobil listrik didesain untuk jarak tempuh 150 kilometer sekali pengisian, namun seiring perkembangan teknologi bisa ditingkatkan untuk 300 kilometer.

Mantan Dirut PT PLN itu optimistis masa depan mobil listrik nasional menjanjikan, karena selain negara bisa menghemat bahan bakar minyak (BBM), juga harga kendaraan ini tidak akan terlalu mahal karena selalu akan ada temuan baru.

"Bukan hanya pemerintah yang diuntungkan karena terkait dengan penghematan penggunaan BBM dalam APBN, tapi juga masyarakat yang dapat menghemat pengeluaran," ujarnya.

Mobil listrik menghabiskan biaya sebesar Rp 1.000 per 10 kilometer, sedangkan mobil ber-BBM sekitar Rp 10.000 per 10 kilometer.

Redaktur : Taufik Rachman
Sumber : antara
Sesungguhnya Kami telah mengutus (Muhammad) dengan kebenaran; sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, dan kamu tidak akan diminta (pertanggungjawaban) tentang penghuni-penghuni neraka. ((QS.Al-Baqarah [2]:119))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Ini Langkah Awal Danjen Kopassus Baru
JAKARTA -- Mayjen TNI Doni Monardo resmi dilantik menjadi Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus, Jumat (24/10) menggantikan posisi dari Mayjen TNI Agus Sutomo. Pelantikan...