Friday, 27 Safar 1436 / 19 December 2014
find us on : 
  Login |  Register

BBM Dibatasi, Penjualan Mobil 1.300 cc Bakal Melonjak

Monday, 16 April 2012, 18:41 WIB
Komentar : 0
.
All new Xenia Avanza
All new Xenia Avanza

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Rencana pembatasan penggunaan BBM bersubsidi pada mobil berkapasitas 1.300 cc ke atas akan mengalihkan pasar mobil dalam negeri.

"Jika peraturan pembatasan BBM bersubsidi dilaksanakan sesuai jadwal pemerintah, maka pasar mobil untuk 1.300cc terus bertumbuh. Namun, penjualan mobil sangat tergantung pada pertumbuhan ekonomi," kata pengamat otomotif, Suhari Sargo, di Jakarta, Senin.

Menurutnya, pemerintah harus menyosialisasikan peraturan pembatasan BBM bersubsidi ini kepada para Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM).

Selama ini, ATPM tidak menganjurkan konsumen untuk membeli BBM non subsidi pada kendaraan roda empat dengan cc (kapasitas mesin) tertentu. Konsumen mempunyai hak mengonsumsi BBM yang bersubsidi maupun non subsidi.

Ia juga menjelaskan, pada dasarnya semua kendaraan roda empat bisa memakai BBM non subsidi. Hal itu berhadapan dengan pertimbangan ekonomi dan efisiensi pemilik mobil.

"Semua mobil dengan kapasitas mesin 1.000cc dapat menggunakan BBM non subsidi. Namun, kembali lagi pada konsumen yang mengendarainya," ujarnya.

Redaktur : Taufik Rachman
Sumber : antara
Allah melaknat orang yang menyuap dan orang yang menerima suap(HR Muslim )
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Gerakan Kelompok Ekstrimis, Din: Lawan dengan Ideologi
JAKARTA -- Menghadapi kelompok ekstrimis tak cukup dengan saling mengecam. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Din Syamsudin menjelaskan harus ada tanding ideologi. Ia...