Sabtu, 28 Safar 1436 / 20 Desember 2014
find us on : 
  Login |  Register

Chery: Mobil Cina Dibawah Standar, Itu 10 Tahun Yang Lalu

Jumat, 24 Februari 2012, 07:16 WIB
Komentar : 1
Chery J1
Chery J1

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Mobil Cina kini berkualitas dengan teknologi maju. "Kualitas produksi otomotif Cina di bawah standar namun itu 10 tahun lalu, saat ini kami  sudah belajar dan berubah. (Kualitas produksi) teknologi kami sudah maju," kata  President Chery International Zhou Biren di Jakarta, Kamis.

Zhou mengatakan semua produsen otomotif global menempatkan China sebagai pasar utama dan pertumbuhan ekonomi China terus naik secara signifikan setiap tahunnya.

Chery sudah menjadi pemain utama di Cina dengan total penjualan sebesar 18 juta unit dan Chery memproduksi 900 ribu unit kendaraan setiap tahunnya. "Di Cina, model-model kendaraan pabrikan Jepang kalah bersaing," katanya.

Chery akan membuka 12 lokasi outlet 3S di Indonesia, tiga di antaranya terdapat di Serpong, Jakarta Utara dan Jakarta Pusat. Satu unit terdapat Kalimantan, Bali, Sumatera dan Sulawesi. Sisanya, menyebar di pulau Jawa.

Redaktur : Taufik Rachman
Sumber : antara
Barang siapa yang mentaatiku berarti ia telah mentaati Allah, dan barang siapa yang mendurhakai perintahku, maka berarti ia telah mendurhakai Allah. Barang siapa yang mematuhi pemimpin berarti ia telah mematuhiku dan barang siapa yang mendurhakai pemimpin berarti ia telah mendurhakaiku(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Gerakan Kelompok Ekstrimis, Din: Lawan dengan Ideologi
JAKARTA -- Menghadapi kelompok ekstrimis tak cukup dengan saling mengecam. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Din Syamsudin menjelaskan harus ada tanding ideologi. Ia...