Rabu, 23 Jumadil Akhir 1435 / 23 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Esemka Rajawali akan Diproduksi Secara Nasional

Rabu, 04 Januari 2012, 08:14 WIB
Komentar : 1

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA  -  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan memproduksi secara nasional mobil yang dirakit oleh siswa sekolah menengah kejuruan (SMK). Mobil rakitan bernama Esemka Rajawali sontak namanya melejit setelah resmi dipakai Wali Kota Solo, Joko Widodo (Jokowi).

Direktur Pembinaan SMK Kemendikbud, Joko Sutrisno, mengatakan izin konstruksi mobil sudah dipegang oleh Kemendikbud. "Memang masih diperlukan uji emisi namun tidak menjadi syarat penting karena pada tahap awal ini mobil SMK itu akan didistribusikan ke kabupaten/kota yang tidak mementingkan izin uji emisi," kata Joko, Selasa (3/1) malam.

Sambil menunggu izin emisi tersebut, Kemendikbud sudah mendistribusikan mobil tersebut ke berbagai daerah seperti Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Jawa Barat, Jawa Timur, Banten dan Bandung. Kemendikbud juga sedang menjajaki pihak terkait untuk menjadikan mobil SMK ini menjadi kendaraan dinas bagi para pejabat lainnya. “Bahkan 240 unit mobil tersebut sudah dipakai sebagai mobil pengangkut pribadi serta mobil produksi di berbagai perkebunan di tanah air,” katanya.

Joko menjelaskan, Kemendikbud tidak bekerja dengan industri nasional dalam proses produksinya karena tingginya biaya produksi. "Kami bekerjasama dengan industri manufaktur di Ceper, Tulungagung, Pasuruan dan Banten saja sehingga harga on the road mobil itu dapat ditekan menjadi hanya Rp 105 juta. Sedangkan ongkos produksinya per mobil Rp 95 juta saja," kata Joko.

Kerjasama dengan industri kecil memang menjadi target Kemendikbud karena siswa dilibatkan dalam pembuatan mesin dan konstruksinya. Pada tahun ini, ujarnya, ditargetkan sebanyak 200 unit mobil baru segera diluncurkan kepada para pemesan. “Dengan adanya mobil ini industri kecil semakin terangkat kemampuan siswa SMK juga semakin terasah,” katanya.

Kemendikbud sejauh ini sudah menggandeng kementerian lain, seperti Kemenkokesra, untuk menggali potensi-potensi seperti perakitan mobil oleh siswa-siswa SMK tersebut. Menurut Joko, industri semacam itu berpeluang besar membuka lapangan kerja di daerah serta membantu mengatasi masalah pengangguran.

Reporter : fernad rahadi
Redaktur : taufik rachman
Tidak ada pezina yang di saat berzina dalam keadaan beriman. Tidak ada pencuri ketika mencuri dalam keadaan beriman. Begitu pula tidak ada peminum arak di saat meminum dalam keadaan beriman.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  yamin Kamis, 7 Juni 2012, 18:34
saya blum tahu apakah mobil esemka ini irit bahan bakar?
  agung Selasa, 21 Februari 2012, 12:10
SMK BISA...!
Terus tingkatkan ide-ide cemerlang tersebut, pemerintah seharusnya lebih tegas untuk hal ini.
Majukan pertumbuhan ekonomi di indonesia, dan sejahterakanlah rakyat indonesia
  Danny Jumat, 27 Januari 2012, 13:40
wah, ternyata sdh ratusan unit yg beroperasi, syukurlah ......
  Indra Kamis, 5 Januari 2012, 21:08
Selamat buat adik - adik smk di solo,....trus mana nich hasil teman - teman mahasiswa,masak kalah sama adiknya ? dukungan pemerintah sangat di butuhkan utk menjadikan Mobnas,....kapan lagi kalau tdk dari sekarang ?
  hery Kamis, 5 Januari 2012, 20:32
syukur,,walaupun agak aneh,,koq kenapa bkn kementrian perindustrian yg memulai/mendukung,,tp kementrian pendidikan,,but ga papa,,yg penting ada instansi pemerintah yg turun tangan,,sudah saatnya indonesia memiliki kendaraan nasional sendiri,,