Selasa , 31 Oktober 2017, 16:27 WIB

PBSI Majukan Uji Coba Asian Games 2018

Red: Ratna Puspita
Republika/Prayogi
Renovasi Istora Senayan.
Renovasi Istora Senayan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia mengklaim punya dua alasan untuk memajukan penyelenggaraan kejuaraan uji coba Asian Games dari jadwal yang telah ditetapkan Panitia Penyelenggara Asian Games (Inasgoc) pada Februari 2018.

"Kami sudah mengajukan kepada Inasgoc untuk menjadikan turnamen Indonesia Masters 2018 sebagai ajang 'road to Asian Games'. Itu adalah turnamen tingkat empat dalam kalender Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF)," kata Sekretaris Jenderal PP PSBI Achmad Budiharto, dilansir dari Antara, Selasa (31/10). 

Indonesia Masters sebagai uji coba penyelenggaraan Asian Games cabang bulu tangkis akan berlangsung di Stadion Istora Senayan, Jakarta, pada 23-28 Januari. "Alasan pertama, kami sudah terbiasa menyelenggarakan kejuaraan internasional. Kenapa kami harus menggelar kejuaraan baru yang justru akan menyulitkan kami," kata Budiharto.

PBSI, menurut Budiharto, akan menemui kesulitan untuk mengundang para pemain dari negara-negara tertentu jika Indonesia menggelar kejuaraan lain di luar agenda turnamen yang telah ditetapkan BWF.

"Alasan kedua, kami turut membantu pemerintah untuk sedikit menghemat penyelenggaraan. Anggaran untuk kejuaraan 'road to Asian Games' itu jauh dibawah anggaran kejuaraan uji coba resmi Inasgoc," katanya.

Budiharto pun menjamin panitia penyelenggara turnamen Indonesia Masters 2018 juga menjadi panitia cabang bulu tangkis pada pertandingan Asian Games. "Kami sudah mengajukan. Semoga kami mendapatkan itu," ujar Budiharto terkait bantuan biaya penyelenggaraan kejuaraan uji coba mandiri Asian Games oleh Inasgoc sebesar Rp2 miliar untuk setiap cabang olahraga.

Atlet-atlet bulu tangkis unggulan nasional dan mancanegara lanjut Budiharto, akan mengikuti Indonesia Masters 2018 sehingga memenuhi salah persyaratan penyelenggaraan kejuaraan uji coba Asian Games yaitu keikutsertaan delapan perwakilan negara Asia.

"Kalau standar pertandingan bulu tangkis internasional, sekitar 16 hingga 20 negara akan ikut dalam kejuaraan kami. Sedangkan cabang bulu tangkis hanya diminta keikutsertaan 10 negara dalam penyelenggaraan kejuaraan uji coba Asian Games," katanya.

Daya tarik lain Indonesia Masters adalah pemberian poin yang besar bagi para atlet bulu tangkis dunia pada pembukaan kalender turnamen 2018. "Kami hanya mengajukan izin kepada Inasgoc. Mereka sudah menyepakati itu secara lisan. Kami masih menunggu persetujuan secara tertulisnya. Tapi secara kebetulan, technical delegate dari Asia untuk cabang bulu tangkis juga setuju penyelenggaraan uji coba dimajukan," ujar Budiharto.

Bulu tangkis semula merupakan satu dari 10 cabang olahraga yang harus menggelar kejuaraan uji coba Asian Games pada Februari 2018 sesuai amanat dari OCA. Sembilan cabang olahraga lain yang tetap akan menggelar kejuaraan uji coba pada Februari 2018 adalah sepak bola, atletik, panahan, basket, tinju, pencak silat, taekwondo, voli indoor, dan angkat besi. 

 

 

 

 

Sumber : Antara