Rabu , 18 October 2017, 08:50 WIB

Diadang Lawan Tangguh, Dua Tunggal Putra Harus Tampil Lepas

Rep: Fitriyanto/ Red: Endro Yuwanto
Humas PBSI
Pemain tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting.
Pemain tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Anthony Sinisuka Ginting dan Jonathan Christie akan mendapat lawan tangguh sejak babak awal di ajang Denmark Open Super Series Premier 2017. Keduanya diminta tampil lepas dan diharapkan bisa lolos ke perempat final ataupun semifina

Kedua wakil Indonesia di nomor tunggal putra yang baru pertama kali tampil di ajang ini sudah ditunggu pemain-pemain kelas dunia dari babak awal yang akan dimainkan pada Rabu (18/10). Anthony bahkan di babak pertama sudah ditantang Son Wan Ho, pemain asal Korea yang merupakan unggulan pertama. Laga ini merupakan ulangan semifinal Korea Open Super Series 2017, saat itu Anthony berhasil mengalahkan Son.

Adapun Jonathan akan berhadapan dengan Hu Yun, pemain senior asal Hong Kong. Sejauh ini Jonatan unggul 4-0 dalam catatan rekor pertemuannya dengan Hu.

Akan tetapi, pemain berpengalaman tersebut tak boleh dipandang sebelah mata oleh Jonathan. Jika lolos, Jonathan kemungkinan besar akan berjumpa Chen Long, pemain Cina yang juga peraih medali emas di Olimpiade Rio de Janeiro 2016.

"Lawan-lawan yang akan dihadapi Ginting dan Jonatan cukup berat, karena ini turnamen kelas premier. Saya berharap mereka bisa ambil pengalaman dan mengeluarkan kemampuan terbaik mereka, setidaknya lolos ke perempat final atau semifinal dulu," ujar Irwansyah, asisten pelatih tunggal putra PBSI, dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Rabu (18/10).

Irwansyah telah menginstruksikan kepada Ginting dan Jonathan agar tampil lepas saja. "Hasil di Korea Open 2017 memang menambah rasa percaya diri mereka. Asal jangan sampai pikir macam-macam, kemarin bagus, kalau sekarang kalah bagaimana? Wah bisa repot."

Irwansyah juga memberikan nasihat kepada anak-anak didiknya tersebut untuk lebih banyak melakukan stretching (pemanasan), mengingat cuaca di Odense cukup dingin, sekitar 13 derajat Celcius.

"Kami bermain di Eropa yang cuacanya lebih dingin dari Jakarta, kadang terasa agak pengap. Tetapi mudah-mudahan mereka bisa mengatasi, karena persiapan dari Jakarta sudah bagus, semua oke," jelas Irwansyah.