Kamis , 28 September 2017, 23:23 WIB

700 Peserta Berlaga di Sirnas-Milo Badminton Malang

Red: Israr Itah
Istimewa
Suasana pertandingan babak penyisihan kategori tunggal putri kelompok usia U-15 di GOR Ken Arok, Malang, Kamis (28/9).
Suasana pertandingan babak penyisihan kategori tunggal putri kelompok usia U-15 di GOR Ken Arok, Malang, Kamis (28/9).

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG --  Sebanyak  lebih  dari  700  bibit  pebulu  tangkis  dari  Malang  tengah  menunjukkan kemampuan terbaiknya di GOR Ken Arok, kota Malang mulai 25-30 September.  Malang merupakan kota ketiga dari pelaksanaan  Sirnas-Milo Badminton  Competition. Sebelumnya,  Sirnas-Milo Badminton  Competition  sudah digelar di Banten (24-29 Juli) dan Pontianak (7-12 Agustus). 

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kompetisi bulu tangkis yang tahun ini berganti nama menjadi Sirnas-MILO Badminton Competition hadir dengan kategori kelompok usia baru, yaitu U-11, melengkapi dua kategori lainnya yaitu U-13  dan  U-15. 

“Sejak  awal  kompetisi  dimulai  pada  2003,  kami terus  menunjukkan  komitmen untuk memupuk  kecintaan  masyarakat  Indonesia  terhadap  olahraga  bulu  tangkis  serta  membantu  pemerintah  dalam menemukan calon atlet bulu tangkis nasional. Dengan kategori kelompok usia baru ini, kami berharap semakin dini anak-anak mengenal bulu tangkis, semakin tinggi juga antusiasme mereka untuk mulai bermain dan terinspirasi menjadi atlet  nasional  nantinya,”  ujar  Business  Executive  Officer  Beverages  Business  Unit  PT  Nestlé  Indonesia  Prawitya Soemadijo dalam keterangan yang diterima Republika.co.id, Kamis (28/9).

Para juara turnamen akan mendapatkan poin sesuai dengan kategori kelompok usia yang akan memengaruhi peringkat peserta di PBSI. Pada kelompok usia U-11, juara satu mendapatkan 150 poin, peringkat dua mendapatkan 127,5 poin dan posisi tiga 105 poin.

Sementara pada kelompok usia U-13, juara satu mendapatkan 200 poin, peringkat dua 170 poin dan posisi tiga 140 poin. Sedangkan untuk kelompok usia U-15 juara satu akan mendapatkan 300 poin, 255 poin untuk peringkat dua, serta 210 poin untuk posisi tiga.

Selain itu, keikutsertaan dalam kompetisi sirkuit nasional juga menjadi salah satu syarat untuk proses seleksi Pelatnas. 

Ketua Bidang Turnamen Perwasitan dan Referee PP PBSI Eddiyanto Sabarudin mengungkapkan, “Para peserta terlihat bersemangat untuk dapat mengeluarkan permainan serta teknik terbaik mereka agar bisa memenangkan pertandingan sehingga meraih poin tertinggi. Semoga dengan semakin luasnya kategori usia yang dipertandingkan dapat semakin memotivasi anak-anak di Malang untuk berlatih lebih giat agar dapat meraih prestasi sejak usia dini.” 

Selain  kompetisi  bulu  tangkis,  Sirnas-Milo Badminton  Competition  juga  menghadirkan  program  pelatihan  bulu tangkis bagi publik, khususnya anak usia dini,  yang  akan dilaksanakan pada 1  Oktober di GOR Ken  Arok Malang. Kegiatan yang diikuti oleh 30 guru olahraga di kota Malang dan lebih dari 150 siswa SD ini memberikan pelatihan teknik dasar bulu tangkis seperti latihan pengenalan bulu tangkis, latihan keseimbangan dan latihan pukulan.

Di samping  itu, penyelenggara akan menggandeng legenda  bulu tangkis Indonesia, Ricky Soebagdja untuk berbagi informasi tentang pentingnya asupan nutrisi bagi anak aktif pada kelas nutrisi.