Senin , 25 September 2017, 06:00 WIB

Pelatih: Marcus/Kevin Banyak Belajar dari Kekalahan

Red: Israr Itah
PB PBSI
Marcus Fernaldi Gideon (kanan) dan Kevin Sanjaya Sukamuljo.
Marcus Fernaldi Gideon (kanan) dan Kevin Sanjaya Sukamuljo.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelatih ganda putra Pelatnas PBSI Herry Iman Pierngadi menilai kunci kesuksesan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo menjadi kampiun di turnamen bulu tangkis Jepang Open Super Series 2017 karena banyak belajar dari kekalahan-kekalahan sebelumnya.

"Mereka belajar kekurangan mereka di mana. Saya rasa penampilan mereka sudah mulai kembali, walaupun belum seratus persen, tapi sudah menggambarkan 70-80 persen," ujar Herry dalam keterangannya, Ahad (24/9).

Marcus/Kevin berhasil menjadi kampiun selepas di partai final menumbangkan wakil tuan rumah Takuto Inoue/Yuki Kaneko di Tokyo Metropolitan Gymnasium, Ahad, dengab dua gim langsung berkesudahan 21-12, 21-15.

Menurut Herry, dalam pertandingan itu Inoue/Kaneko cukup baik. Hanya, Marcus/Kevin memiliki keunggulan teknik dan terutama mental bertanding dari duet Jepang.

"Saya pikir pemain Jepang masih butuh jam terbang. Mereka mainnya tidak lepas, panik, dan grogi di lapangan. Tapi memang secara kualitas Marcus/Kevin masih di atas mereka saat ini," ujar Herry.

Apa yang dikatakan Herry tak berlebihan. Marcus/Kevin seakan tidak mendapatkan kesulitan berarti . Mereka hanya butuh waktu selama 29 menit untuk mengamankan kemenangannya.

Menurut Herry, lawan yang lebih berat justru harus mereka hadapi di babak semifinal. Di mana Marcus/Kevin harus menumbangkan pasangan Denmark Mathias Boe/Carsten Mogensen. Dalam tiga pertemuan terakhir, Marcus/Kevin selalu kalah dari Boe/Mogensen. Secara keseluruhan, rekor pertemuan Kevin/Marcus dengan pasangan Denmark tersebut bahkan masih tertinggal 2-4.

"Menurut saya, final sesungguhnya adalah kemarin di semifinal. Siapa yang bisa menang di semifinal apakah pasangan kita atau Denmark, akan bisa menang di final. Dan kemenangan Marcus/Kevin hari ini juga ada pengaruhnya setelah mengalahkan Boe/Mogensen. Kepercayaan diri mereka jadi meningkat," ujar Herry.

Bagi Marcus/Kevin, gelar Jepang Open ini merupakan gelar Super Series keempatnya untuk tahun 2017 selepas memenangkan gelar All England, India Open dan Malaysia Open.

Jepang Open 2017 ini juga menjadi pembuka gelar Marcus/Kevin setelah keduanya puasa gelar selama hampir lima bulan sejak Malaysia Open pada April 2017. 

Sumber : Antara
TAG

Berita Terkait