Senin , 19 June 2017, 18:11 WIB

'Indonesia Terbuka 2017 Memperlihatkan Regenerasi'

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Ratna Puspita
Republika/Bilal Ramadhan
Pasangan ganda putri Indonesia, Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Maharani
Pasangan ganda putri Indonesia, Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Maharani

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA –- BCA Indonesia Terbuka Super Series (BIOSSP) 2017 selesai digelar. Persatuan Bulu Tangkis Indonesia (PBSI) memenuhi janjinya meraih satu gelar dari turnamen tersebut melalui ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.

PBSI juga mencatat Indonesia Terbuka 2017 memperlihatkan regenerasi di dua sektor ganda. "Indonesia Terbuka 2017 ini mmeperlihatkan regenerasi yang sudah mulai berjalan dengan baik," Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI Susy Susanti kepada Republika, Senin (19/6).

Regenerasi terjadi di sektor ganda putra dan ganda putri. Para pemain muda, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto di nomor ganda putra dan Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani di sektor ganda putri, berhasil melaju ke empat besar.

Bahkan, Anggia/Ketut sempat mengalahkan unggulan keempat asal Korea Selatan, Jung Kyung Eun/Shin Seung Chan. “Otomatis di Indonesia Terbuka 2017 ini memperlihatkan regenerasi yang sudah mulai berjalan dengan baik,” kata Susy.

Dia berharap torehan dua pasangan tersebut bakal memperkuat Indonesia dalam ajang bulu tangkis internasional. Susy berharap pencapaian dua sektor ini juga mendorong nomor lain yang saat ini masih terus berbenah diri.

Selain evaluasi, Susy menginginkan peningkatan setiap atlet untuk selanjutnya bisa bertambah dan konsisten. “Kami ingin ada perubahan, kita harapkan ke depannya peningkatan bisa lebih cepat,” kata dia.

Pada kesempatan itu, Susy juga mengungkapkan kelegaannya atas keberhasilan Tontowi/Liliyana meraih gelar. Setelah absen tiga tahun di panggung pemberian medali, hasil tahun ini sangat positif.

Indonesia terakhir kali membawa gelar dari Indonesia Terbuka pada 2013 lewat ganda putra, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan. "Buat saya sendiri, lega karena target satu gelar bisa terpenuhi dan membuat para pendukung senang," kata dia.

Kelegaan lainnya, yaitu semangat yang ditunjukkan para pemain Indoenesia di JCC Plenary Hall. “Sudah lama tidak dapat gelar tentunya ini menjadi satu prestasi yang juga karena semangat Owi/Butet (Tontowi/Liliyana) dan semua atlet kita tampil di depan publik kita sendiri,” kata Susy.