Sabtu , 17 Juni 2017, 20:42 WIB

Susy Susanti Bangga dengan Pebulu Tangkis Muda Indonesia

Red: Andri Saubani
Republika/Bilal Ramadhan
Pasangan muda ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/M Rian Ardianto
Pasangan muda ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/M Rian Ardianto

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Susy Susanti mengakui putaran semifinal kejuaraan Indonesia Terbuka 2017 meleset dari prediksi awal menyusul atlet-alet pelapis yang lolos dari laga perempat final. "Saya cukup senang karena justru pemain-pemain muda yang mampu menunjukkan prestasi mereka. Saya harapkan atlet dua sektor lain juga termotivasi untuk mengikuti," kata Susy di sela-sela pertandingan semifinal di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Sabtu (17/6).

Indonesia menempatkan tiga wakil pada putaran empat besar turnamen tingkat super series premier itu. Mereka adalah ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, ganda putri Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani, dan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Susy mengatakan, peta persaingan dan kekuatan bulu tangkis sudah semakin merata tidak hanya dari persebaran negaranya, melainkan juga dari tingkatan atletnya.

"Masyarakat Indonesia bisa melihat lebih jelas dari kejuaraan ini bagaimana kekuatan bulu tangkis sudah merata. Kami melihat regenerasi sedang berjalan dengan kehadiran pemain-pemain muda dengan prestasi yang semakin naik," kata juara Olimpiade Barcelona 1992 itu. Indonesia Terbuka 2017, lanjut Susy, menjadi ajang pembuktian diri pemain-pemain muda bulu tangkis Tanah Air selain sebagai kesempatan untuk meningkatkan prestasi internasional.

"Kami melihat pemain-pemain muda dari negara lain juga berlomba-lomba masuk dalam jajaran elit dunia. Pemain-pemain kita juga harus bersiap untuk menerima tongkat estafet regenerasi," kata Susy. Susy menambahkan regenerasi atlet-atlet muda Merah-Putih bermuara pada Olimpiade 2020 dan 2024. "Atlet-atlet muda itu, dalam perjalanannya, akan terseleksi sendiri. Mereka menguji kemampuan sendiri siapa yang pantas dan layak masuk elit dunia nantinya."

 

Sumber : Antara

Berita Terkait