Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Latihan Tim Davis Indonesia Tanpa Christo

Rabu, 20 Maret 2013, 06:20 WIB
Komentar : 0
Republika/Edwin Dwi Putranto
Christopher Rungkat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim Davis Indonesia mulai menjalani latihan untuk persiapan babak playoff pertama Asia Oceania Piala Davis di Lapangan Tenis Senayan, Jakarta. Indonesia akan ditantang oleh India pada 4 sampai 6 April 2013 untuk merebut tiket agar tetap bertahan di Grup I.

"Latihan hari kedua ini sudah lebih baik. Kami lebih banyak latihan sparing dan main poin," ujar Kapten tim Davis Indonesia, Hendri Susilo.

Tiga petenis yang ikut berlatih yakni Wisnu Adi Nugroho, David Agung Susanto dan Elbert Sie. Sedangkan, Christopher Rungkat belum bergabung latihan karena masih berada di Kamboja.

Hendri mengatakan persiapan yang tinggal dua pekan ini cukup mepet. Persiapan yang  mepet ini lebih banyak digunakan untuk menjaga kondisi fisik dan banyak sparing untuk meningkatkan performance serta kecepatan.

Hendri menjelaskan dia tidak menerapkan latihan fisik secara khusus karena waktu yang mepet. Selain itu, Hendri mengatakan sampai saat ini belum mengetahui daftar pemain India yang akan diturunkan di babak playoff pertama nanti.

"Kalau pemain India yang diturunkan masih sama, kemungkinan kami masih memiliki peluang," kata Hendri.

Sementara itu, David Agung mengatakan di sisa waktu dua pekan ini dia berupaya untuk menjaga fisik dan kesehatannya. "Latihan dimaksimalkan biar di India nanti mainnya juga bagus," ujarnya.   

Indonesia harus berjuang keras untuk bisa menang karena peringkat pemain India lebih tinggi. Jika kalah, Indonesia hanya memiliki satu kesempatan di babak playoff kedua agar tidak terjungkal ke Grup II.

Reporter : Rizky Jaramaya
Redaktur : Didi Purwadi
629 reads
Rasulullah SAW melarang membunuh hewan dengan mengurungnya dan membiarkannya mati karena lapar dan haus.((HR. Muslim))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...