Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Indonesia Gagal Raih Poin di Davis Cup

Jumat, 01 Februari 2013, 22:59 WIB
Komentar : 0
Antara/Andika Wahyu
Christopher Rungkat

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO -- Indonesia gagal meraih poin dari Jepang di pertandingan partai pertama Piala Davis yang diselenggarakan di Ariake Colesium, Tokyo. Christopher Rungkat dikalahkan oleh petenis peringkat 67 dunia Go Soeda dengan skor 6-2, 6-2, 6-4.

Kapten Tim Piala Davis Indonesia, Bonit Wiryawan mengatakan pertandingan partai pertama ini cukup menarik. Dia mengakui, pemain Jepang sangat solid dan konsisten sehingga tidak mudah untuk dimatikan.

"Sebenernya di set ketiga, Christo memiliki peluang tapi kurang bisa memanfaatkan dan memang mereka main cukup bagus," ujar Bonit dalam pesan singkatnya, Jumat (1/2).

Bonit mengatakan, pemain Jepang memiliki jam terbang yang luar biasa dan jika dilihat dari segi rangking mereka masuk di top 100. Sehingga, mereka punya sudah biasa dengan bola-bola yang sulit.

Kedepan, Bonit mengatakan Christo harus menambah kecepatan dan kekuatannya supaya bisa bersaing di grup satu ini. Peringkat pemain Jepang yang sebagian besar berada di peringkat top 100 juga berpengaruh terhadap teknik pertandingan. Sementara, Christo yang menjadi pemain andalan Indonesia berada di rangking 252.

"Untuk bisa bertanding di level ini, Christo harus memiliki jam terbang yang cukup. Dari segi taktik dan strategi, Christo tidak kalah dengan pemain Jepang, namun memang kita kalah dalam segi konsistensi," kata Bonit.

Selain itu, di partai pertama tersebut, Wisnu Adi Nugroho juga gaga meraih poin dari Tatsuma Ito dengan skor 6-0, 6-0, 6-1. Ito menempati peringkat 84, sedangkan Wisnu menempati peringkat 881. Sabtu besok, Indonesia akan bermain di nomor ganda, yakni Ketut Nesa Arta/Elbert Sie yang akan melawan Tatsumo Ito/Yasutaka Uchiyama

Redaktur : Yudha Manggala P Putra
Sumber : Antara
904 reads
Sesungguhnya Allah SWT mengampuni beberapa kesalahan umatku yang disebabkan karena keliru, karena lupa, dan karena dipaksa (HR Ibnu Majah, Baihaqi, dan lain-lain)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...