Selasa, 2 Syawwal 1435 / 29 Juli 2014
find us on : 
  Login |  Register

Wow, Indonesia Open Lebih Baik dari All England

Senin, 18 Juni 2012, 09:20 WIB
Komentar : 0
Antara
Pebulutangkis ganda campuran Indonesia Ahmad Tantowi (kiri) dan Liliyana Natsir (kanan) berjalan memasuki lapangan untuk bertanding melawan pebulutangkis China Zhang Nan dan Zhao Yunlei dalam pertandingan final Djarum Indonesia Open Super Series Premier 20
Pebulutangkis ganda campuran Indonesia Ahmad Tantowi (kiri) dan Liliyana Natsir (kanan) berjalan memasuki lapangan untuk bertanding melawan pebulutangkis China Zhang Nan dan Zhao Yunlei dalam pertandingan final Djarum Indonesia Open Super Series Premier 20

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – BWF menyatakan penyelenggaraan Djarum Indonesia Open Super Series Premier 2012 sebagai yang terbaik tahun ini. Penyelenggara Djarum Indonesia Open Super Series Premier 2012 dinilai berhasil memadukan pertunjukan olah raga terbaik dengan hiburan.

Direktur Turnamen BWF Darren Parks mengatakan, penyelenggara melakukan banyak pembenahan sehingga even berhadiah 650 ribu dolar AS ini lebih baik dibandingkan tahun lalu. Pada 2011, Djarum Indonesia Open Super Series Premier menjadi satu yang terbaik.

"Tahun ini, ini adalah turnamen Super Series terbaik," kata Parks, seusai penyelenggaraan Djarum Indonesia Open Super Series Premier 2012, Ahad (17/6).

Even Super Series lainnya yang sudah digelar tahun ini, yaitu Korea Open Super Series Premier, Malaysia Open Super Series, All England Super Series Premier,  dan India Super Series.

Darren mengatakan, pihaknya mengapresiasi penyelenggara yang membuat atlet menjadi lebih nyaman berada di dalam Istora Senayan, Jakarta Pusat. Selain itu, penyelenggara juga menghadirkan berbagai pertunjukan untuk membuat penonton lebih terhibur.

Menurut dia, penekanan pada sisi hiburan ini sangat penting untuk mengembangkan bulu tangkis.  "Kalau orang terhibur, mereka akan datang lagi. Ini sangat bagus sebagai sebuah olah raga yang ingin menjaring lebih banyak sponsor," kata dia.

Menurut Darren, hal yang kurang dari penyelenggaraan hanyalah Istora sebagai arena pertandingan. Dia mengatakan, area untuk lapangan pertandingan terlalu kecil. Meski demikian, BWF tidak mempermasalahkan kalau venue ini kembali digunakan.

"Bagaimanapun, Istora punya kedekatan emosional dengan penonton. Bagi kami, itu hal yang penting. Apalagi, penyelengara masih bersedia melakukan perbaikan," kata dia.

 

Reporter : Ratna Puspita
Redaktur : Hafidz Muftisany
Orang yang bahagia ialah yang dijauhkan dari fitnah-fitnah dan orang yang bila terkena ujian dan cobaan dia bersabar((HR. Ahmad dan Abu Dawud))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Jadi Khatib Shalat Ied, Teuku Wisnu: Awalnya Saya Mau Mundur
 JAKARTA -- Teuku Wisnu bertindak menjadi Khatib pada Salat Ied di Masjid Lautze, Senin (28/7). Ini merupakan kali pertama Ia melakukannya. Wisnu sendiri sempat...