Minggu, 16 Rajab 1434 / 26 Mei 2013
find us on : 
  Login |  Register

Dikalahkan Thailand, Tim Davis Indonesia Tertinggal 1-2

Sabtu, 07 April 2012, 17:00 WIB
Komentar : 0

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA. Pasangan ganda putra Tim Piala Davis Indonesia, Christopher Rungkat/David Agung Susanto tunduk dari pasangan Thailand, Sanchai Ratiwatana/Sonchat Ratiwatana.

Ganda putra Thailand menekuk Indonesia dalam rubber set  7-6(6), 6-3, 6-1. Untuk sementara Indonesia tertinggal 1-2 dari Thailand di babak semifinal Piala Davis Grup II Asia/Oceania.

Kekalahan yang diderita ganda putra Indonesia dari pasangan kembar Thailand tersebut merupakan sebuah pukulan telak. Hal ini karena Tim Piala Davis Indonesia menaruh harapan besar di ganda putra agar tidak terhentikan langkahnya.

Kapten Tim Piala Davis Indonesia, Bonit Wiryawan dalam jumpa pers seusai pertandingan di Jakarta, Sabtu (7/4), mengatakan kekalahan ganda putra ini seharusnya tidak terjadi jika mengambil set point dengan sebaik-baiknya.

"Seharusnya lebih fokus di first serve dan bisa mengambil set point. Kita kurang bisa memanfaatkan momen krusial ini," kata Bonit. Kekalahan ini diharapkan bisa menjadi pelajaran berharga bagi ganda putra Indonesia di turnamen-turnamen selanjutnya.

Melawan tim kuat seperti Thailand, Bonit, mengutarakan anak asuhannya seharusnya bermain lebih kuat dan jangan pernah merasa putus asa. Si kembar Ratiwatana adalah pasangan ganda putra yang berpengalaman yang sudah memiliki jam terbang cukup.

Keperkasaan permainan si kembar Ratiwatana juga diakui oleh Christo, panggilan akrab Christopher Rungkat. Dikatakannya, kedua petenis tersebut jika sudah keluar dari lubang jarum langsung mampu menghempaskan lawan mainnya.

"Setelah melewati set pertama, mereka keluar dari pressure dan (tempo permainan) naik terus. Titik baliknya di ditu. Apalagi mereka itu kembar ya," ujar Christo.

Reporter : Citra Listya Rini
Redaktur : Taufik Rachman
899 reads
Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim(QS Ali Imran 3)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Derita Muslim di Negeri Para Dewa
ATHENA--Populasi Muslim di Eropa terus meningkat. Kenaikan ini juga dialami Yunani. Sensus tahun 2006 menyebutkan bahwa dari total penduduk Yunani yang mencapai ...