REPUBLIKA.CO.ID, CALIFORNIA -- Tim official kesehatan turnamen Indian Well membantah sejumlah peserta turnamen tenis Indian Well keracunan makanan yang mereka sediakan. Mereka menggambarkan hal itu sebagai virus yang melanda, bukan merupakan racun yang ada dalam makanan, seperti yang banyak diduga sebelumnya.
"Dewasa ini ada semacam virus Coachella Valley yang menyebabkan gejala muntah, demam serta menyebabkan diare," demikian tertulis dalam pernyataan mereka.
"Serangan virus itu amat cepat dan berlangsung antara 24 sampai 48 jam. Virus itu masuk ke dalam tubuh manusia melalui udara serta kontak langsung, bukan melalui makanan," kata petugas kesehatan.
Tidak hanya pemain, sejumlah penonton juga mengalami hal yang sama.
"Departemen Emergensi menyebutkan banyak pasien datang ke rumah sakit dengan gejala yang sama. Di Eisenhower Medical Center, yang merupakan tempat pendukung panitia BNP Paribas Open, kami saksikan pasien bertambah sekitar 15 persen dalam beberapa hari ini. Kami juga melihat para pemain dan penonton turnamen itu merasakan gejala sama," kata petugas medis.
Seperti yang dikabarkan sebelumnya, tiga petenis peserta turnamen Indian Well memutuskan mengundurkan diri setelah terinfeksi virus yang menyerang perut mereka. Hingga kini, sudah enam petenis yang mengundurkan diri dengan keluhan yang sama.
Unggulan ke-14 dari Prancis Gael Monfils, pemain dari Amerika Vania King dan Jurgen Melzer, mundur dari turnamen tanah keras itu. Mereka bergabung dengan Magdalena Rybarikova, Philipp Kohlschreiber, Andreas Seppi dan Bethanie Mattek-Sands, yang semua mengeluh sakit perut.
King mengatakan, gejala sakit perut itu diawali dengan mual, muntah dan buang air besar (diare).
"Saya mengalami malam yang mengerikan dalam hidup saya, karena merasa demam, sakit perut, mual, muntal, diare, semuanya pada saat yang bersamaan," kata King dalam Twitter.