Rabu , 15 November 2017, 10:22 WIB

Bos Tim Honda Pensiun dari MotoGP (1)

Rep: Mutia Ramadhani/ Red: Endro Yuwanto
Antara/Yudhi Mahatma
Pembalap MotoGP Tim Repsol Honda Marc Marquez (kedua kiri) dan Dani Pedrosa (kedua kanan) bersama Vice President Honda Racing Corporation Shuhei Nakamoto (kiri) serta Team Principal Repsol Honda MotoGP Livio Suppo (kanan) menyapa penggemar saat peluncuran
Pembalap MotoGP Tim Repsol Honda Marc Marquez (kedua kiri) dan Dani Pedrosa (kedua kanan) bersama Vice President Honda Racing Corporation Shuhei Nakamoto (kiri) serta Team Principal Repsol Honda MotoGP Livio Suppo (kanan) menyapa penggemar saat peluncuran

REPUBLIKA.CO.ID,  VALENCIA -- Bos Tim MotoGP Honda Livio Suppo memutuskan pensiun tahun ini. Ia adalah orang non-Jepang pertama yang mengepalai tim MotoGP sejak 2010.

Selama berkarier di kelas primer, Suppo telah memenangkan enam gelar juara dunia dari enam pembalap dan lima pabrikan. Ia memulai kariernya di kelas 125cc bersama Playtime dan Marco Melandri, sebelum pindah ke kelas 250cc bersama Ukawa, kemudian ke MotoGP bersama Ducati.

ROLer, berikut adalah petikan wawancara bersama Suppo, dilansir dari GPOne, Rabu (15/11).

T: Mengapa Anda memutuskan pensiun dini?

J: Saya berada di dunia balapan ini hampir 22 tahun. Saya tahu keputusan ini akan mengubah hidup saya. Saya juga masih punya kontrak setahun lagi dengan Honda Racing Corporation (HRC), tapi saya rasa ini saat tepat untuk pergi. Semuanya sudah terkendali, dan tahun depan mereka punya waktu untuk mengatur semuanya lebih baik. Jadi, saya bisa meninggalkan tim lebih cepat.

T: Apa dasar keputusan Anda?

J: Saya ingin membuat perubahan, meninggalkan semuanya ketika sedang di atas. Setelah musim ini, ketika kami sudah memenangkan segalanya, tidak mudah, namun saya yakin sudah membuat keputusan tepat. Saya ingin mendedikasikan lebih banyak waktu untuk diri saya dan keluarga saya setelah bertahun-tahun saya melewatkan akhir pekan yang seharusnya dihabiskan bersama mereka.

T: Apakah keputusan Anda ini karena dorongan dari keluarga?

J: Pekerjaan ini seperti candu. Jika saya masih lajang, saya mungkin akan meneruskannya. Saya merasa sudah waktunya untuk berubah. Saya bangga dengan apa yang telah saya lakukan bersama HRC, tapi baterai saya sudah habis dan saya ingin mengisi ulang baterai tersebut bersama keluarga.

T: Apakah ini berarti Anda selamanya akan meninggalkan MotoGP?

J: Jangan pernah mengatakan ini selamanya. Tapi memang saat ini saya berpikir belum akan kembali ke dunia ini.

T: Apa rencana Anda ke depan?

J: Saya butuh istirahat, melakukan sesuatu berbeda, dan saya sudah ada beberapa rencana. Saya sangat menyukai bersepeda (Suppo tergabung dalam perusahaan Thok yang memproduksi sepeda gunung elektrik) dan akan mendedikasikan diri di sana.