Rabu , 08 November 2017, 04:32 WIB

Walau tak Juara, Divizioso Tetap Memesona

Rep: Mutia Ramadhani/ Red: Israr Itah
EPA-EFE/FAZRY ISMAIL
Andrea Dovizioso
Andrea Dovizioso

REPUBLIKA.CO.ID, VALENCIA -- Harapan Andrea Dovizioso meraih gelar juara dunia MotoGP pertama tahun ini di Valencia sangat tipis. Namun, jurnalis senior otomotif, Oriol Puigdemont memandang pembalap Ducati Corse tersebut tetap ingin finis pertama di Spanyol, tak peduli gelar juara dunia tersebut dimiliknya atau tidak.

Musim MotoGP 2006, ketika mendiang Nicky Hayden peluangnya sangat tipis mengalahkan Valentino Rossi di kelas primer, tak seorang pun mengunggulkannya menang. Tapi, dia berhasil keluar sebagai juara dunia kala itu dengan defisit delapan poin dari the Doctor sebelum balapan terakhir. Akan tetapi, Dovi saat ini terpaut 21 angka dari pesaing utama Marc Marquez. Juara dunia hampir tak mungkin diraihnya.

Dovi harus memenangkan balapan Ahad nanti dan memberinya tujuh kemenangan pada tujuh seri tahun ini. Ini tentu membuatnya lebih unggul satu tingkat dari Marquez yang baru enam kali menginjak podium satu musim ini.

Dalam 12 bulan, Dovi berubah menjadi pembalap paling menjadi buah bibir di paddock MotoGP. Dia menjadi protagonis utama kejuaraan dengan serangkaian pertunjukan balap mengesankan di atas Desmosedici.

Terlebih lagi, Dovi berhasil mengalahkan pembalap baru Ducati yang juga juara dunia Jorge Lorenzo. Penghitungan kemenangan Marquez dalam satu musim sejak debutnya di Honda menekankan betapa mengesankan kemenangan enam sama antara Marquez dan Dovi sebelum berlaga di seri final.

Dovi menyempurnakan musim ini dengan bertransformasi di usianya yang sudah 31 tahun. Itu membuatnya semakin luar biasa. Kekuatan dan kelemahan Ducati dikombinasikannya dengan fokus untuk menyeimbangkan keduanya.

Desmodovi memperbaiki reputasinya secara dramatis tahun ini. Usahanya patut dihargai. Kini, Dovi berharap pada keajaiban untuk mengantarkan Ducati meraih gelar juara dunia MotoGP setelah satu dekade penantian. (Mutia Ramadhani)