Jumat , 03 November 2017, 08:40 WIB

Ini Sosok di Balik Mental Juara Dovizioso

Rep: Mutia Ramadhani/ Red: Endro Yuwanto
EPA-EFE/AHMAD YUSNI
Andrea Dovizioso
Andrea Dovizioso

REPUBLIKA.CO.ID, VALENCIA -- Nama Profesor Amedeo Maffei semakin dikenal setelah Andrea Dovizioso tampil memukau sebagai penantang juara dunia MotoGP tahun ini. Profesor Amedeo merupakan penasihat pribadi Dovi selama setahun terakhir yang memotivasi Dovi fokus pada target untuk kemenangan.

"Kami semua terlahir untuk menang, tapi tak menyadarinya. Pikiran Anda mampu membangkitkan keterampilan yang sudah ada dan menjadikannya konsisten," kata Amedeo, dilansir dari Cycle World, Jumat (3/11).

Amedeo adalah seorang psikolog, motivator, dan visioner eklektik. Dia menyebut mesin dalam diri manusia jauh lebih fantastis. "Itu semua tak ubahnya seperti perubahan gigi motor. Semua orang bisa menjadi tuan atas hidupnya dan juara di keluarga, di kantor, atau di jalur balap. Kuncinya adalah membangun kembali keterampilan yang selama ini dimiliki, namun kerap terhambat oleh ketakutan," katanya.

Jalan untuk menghilangkan ketakutan tersebut, kata Amedeo melalui proses dekondensasi. Semua suprastruktur yang menciptakan dinding batas dalam diri dibuka untuk menerima segala kemungkinan. Metode ini bekerja pada diri Dovi, sebab Desmosedici dan tubuh Dovi adalah mesin yang sama, meski bentuknya berbeda.
"Hasilnya bisa dilihatnya sendiri," kata Amedeo.

Setelah kemenangan hebat di Mugello Juni lalu, Dovi memperkenalkan Profesor Amedeo sebagai sosok spesial yang telah mengubah hidupnya menjadi pembalap sejati. Selama delapan musim di MotoGP, Dovi sama sekali tak pernah menang. Tahun ini ia sudah meraih enam kemenangan, sama halnya dengan Marc Marquez.

"Terima kasih kepada Amedeo Maffei. Saya menemukan kekuatan dalam diri saya yang tidak saya ketahui selama ini. Saya akhirnya mengerti, jika Anda menghadapi sesuatu, itu tidak bergantung orang lain atau karena kebetulan, tapi diri sendiri," kata Dovi.

Lebih dari 45 ribu orang menghadiri acara 'Experience AM' di mana salah satu pembicaranya adalah Profesor Amedeo di Milan, Italia. Amedeo berprinsip batasan takdir itu ada, namun jangan pernah menyerah pada takdir sebelum berusaha.